kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Syahar Bongkar Target Tahun Kedua Kepemimpinan di Sidrap

Syahar Bongkar Target Tahun Kedua Kepemimpinan di Sidrap
Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, memasang target ambisius di tahun kedua kepemimpinannya, dengan produksi 1 juta ton gabah serta peningkatan signifikan komoditas telur sebagai kontribusi nyata bagi kebutuhan pangan nasional.

“Kalau target nasional 17 juta ton, maka dari Sidrap kami siapkan 1 juta ton. Itu kontribusi kami,” tegas Syahar nama karibnya, Senin (23/02).

Ia menyebut, fokus tahun kedua diarahkan pada percepatan pembangunan infrastruktur pertanian, terutama irigasi untuk sawah tadah hujan. Menurutnya, penguatan sektor hulu menjadi kunci agar produktivitas petani terus meningkat.

“Tantangan kita sekarang tinggal percepatan irigasi dan infrastruktur. Kalau itu beres, produksi akan stabil dan naik,” ujarnya.

Syahar mengklaim lonjakan signifikan terjadi dalam setahun terakhir. Nilai produksi gabah disebut meningkat dari Rp2 triliun menjadi Rp4,6 triliun. Sementara sektor telur melonjak dari Rp400 miliar menjadi Rp1,6 triliun.

“Ini bukan data saya, ini data statistik. Artinya ada peningkatan nyata di masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menyebut pertumbuhan ekonomi Sidrap mencapai 8 persen, angka kemiskinan menjadi yang terendah sepanjang sejarah daerah, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik dari 74 menjadi 75.

“Survei kepuasan masyarakat 87,7 persen. Itu bukan klaim saya, tapi hasil survei,” tambahnya.

Menurut Syahar, transformasi pertanian menjadi fondasi perubahan. Ia menggambarkan satu hektare lahan mampu menghasilkan Rp65 juta per panen. Jika tiga kali panen, petani bisa meraup sekitar Rp180 juta setahun.

“Kalau dibagi rata, itu sekitar Rp15 juta per bulan. Petani kita sekarang petani modern,” ujarnya.

Tata kelola pemerintahan, ia mengaku menerapkan disiplin ketat bagi aparatur sipil negara. ASN diminta bekerja optimal dan berdampak langsung ke masyarakat.

“Tidak ada ruang untuk malas. ASN harus hadir memberi dampak, bukan sekadar menerima gaji,” tegasnya.

Syahar juga menilai perubahan etos kerja dan percepatan kebijakan menjadi kunci capaian tersebut. Ia optimistis, dengan konsistensi dan percepatan infrastruktur.

“Sidrap bisa memperkuat posisinya sebagai lumbung pangan utama di Sulawesi Selatan sekaligus berkontribusi besar pada ketahanan pangan nasional,” tukasnya.