kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Luas dan Padat, DPRD Makassar Dukung Pemekaran Kecamatan

Luas dan Padat, DPRD Makassar Dukung Pemekaran Kecamatan
Anggota DPRD Kota Makassar, Tri Sulkarnain Ahmad (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daery (DPRD) Makassar, Tri Sulkarnain, menyatakan dukungannya terhadap wacana pemekaran sejumlah kecamatan di Kota Makassar.

Try menilai langkah tersebut penting untuk menjawab persoalan wilayah yang terlalu luas dan jumlah penduduk yang terus meningkat.

“Itu merupakan langkah baik. Tapi tentu harus melalui kajian matang, terutama pada kecamatan dengan beban pelayanan yang sudah sangat tinggi,” tegasnya, Minggu (01/03).

Menurut Tri, kondisi beberapa kecamatan saat ini sudah tidak ideal dari sisi rentang kendali pemerintahan. Luas wilayah yang besar ditambah kepadatan penduduk membuat pelayanan administrasi, pembangunan, dan kebutuhan dasar masyarakat menjadi kurang maksimal.

Ia menilai, pemekaran dapat menjadi solusi strategis untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih efektif dan efisien. Dengan wilayah yang lebih proporsional, pemerintah akan lebih mudah menjangkau masyarakat.

“Kalau wilayahnya luas dan penduduknya padat, pemerintah harus menyesuaikan skema pelayanan. Pemekaran bisa memperpendek rentang kendali dan mempermudah akses masyarakat terhadap layanan,” ujarnya.

Tri juga menyinggung beberapa kecamatan yang dinilai layak masuk dalam prioritas kajian, di antaranya Biringkanaya dan Tamalate. Kedua wilayah tersebut disebut memiliki cakupan area luas dengan populasi besar.

“Ada kecamatan seperti Biringkanaya dan Tamalate yang memang wilayahnya cukup luas dan jumlah penduduknya besar. Ini patut dipertimbangkan untuk dimekarkan,” katanya.

DPRD Makassar menekankan, wacana pemekaran bukan sekadar pembagian wilayah administratif, melainkan bagian dari upaya memperbaiki kualitas pelayanan publik di Kota Makassar ke depan.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mulai mengkaji rencana pemekaran wilayah Kecamatan Biringkanaya setelah jumlah penduduknya melampaui 200 ribu jiwa.

Lonjakan tersebut dinilai sudah jauh di atas rata-rata kecamatan lain dan berdampak pada beban pelayanan publik.

Kepala Bagian Pemerintahan Setda Makassar, Rahmat, mengatakan Biringkanaya menjadi wilayah paling potensial untuk dimekarkan berdasarkan arahan wali kota.

“Menurut Pak Wali, Biringkanaya yang paling potensial karena jumlah penduduknya sudah di atas 200 ribu,” ujar Rahmat, Sabtu (01/03).

Ia menegaskan, rencana tersebut masih dalam tahap pengkajian dan belum sampai pada penetapan wilayah baru. Pemerintah akan menggandeng Badan Riset dan Inovasi Daerah Makassar (BRIDA) untuk melakukan survei kelayakan.

“Kita butuh penelitian dan survei layak atau tidaknya. Tidak bisa terburu-buru,” katanya.