kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Setahun SAR-Kanaah: 87,7 Persen Warga Puas, Kemiskinan Sidrap Terendah

Setahun SAR-Kanaah: 87,7 Persen Warga Puas, Kemiskinan Sidrap Terendah
Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, membeberkan capaian satu tahun pemerintahannya dengan menyoroti tingkat kepuasan publik yang disebut mencapai 87,7 persen serta angka kemiskinan terendah sepanjang sejarah daerah tersebut.

“Ini bukan klaim pribadi. Ini berdasarkan data survei. Tingkat kepuasan 87,7 persen, berarti hanya sekitar 10 persen yang belum puas,” ujar Syahar nama karibnya, Senin (23/02).

Ia menyebut, sejak bulan kedua usai dilantik, 14 program unggulan yang dijanjikan kepada masyarakat telah direalisasikan. Dampaknya, menurut dia, mulai terlihat pada indikator makro daerah.

“Pertumbuhan ekonomi kita tembus 8 persen. Pengangguran turun, IPM naik dari 74 menjadi 75. Angka kemiskinan juga paling rendah sejak Sidrap berdiri,” kata ketua DPW Nasdem Sulsel itu.

Syahar menilai lonjakan produksi sektor pertanian menjadi motor utama perbaikan ekonomi. Nilai produksi gabah disebut naik dari Rp2 triliun menjadi Rp4,6 triliun. Sementara produksi telur melonjak dari Rp400 miliar menjadi Rp1,6 triliun.

“Petani sekarang bukan lagi petani tradisional. Satu hektare bisa hasilkan Rp65 juta sekali panen. Kalau tiga kali panen, itu bisa Rp180 juta setahun,” jelasnya.

Memasuki tahun kedua, ia menargetkan produksi gabah mencapai 1 juta ton sebagai kontribusi Sidrap terhadap target nasional 17 juta ton. Fokus utama diarahkan pada percepatan infrastruktur dan perbaikan jaringan irigasi untuk sawah tadah hujan.

“Tantangan kita tinggal percepatan infrastruktur dan irigasi. Kalau itu beres, target 1 juta ton sangat realistis,” tegasnya.

Syahar juga menekankan disiplin birokrasi sebagai kunci kinerja. Ia mengaku menerapkan sistem kerja ketat bagi aparatur sipil negara.

“Tidak ada waktu santai. Kalau ada yang malas atau tidak masuk tanpa alasan jelas, langsung diganti. ASN harus berdampak ke masyarakat, bukan hanya untuk dirinya,” ujarnya.

Menurutnya, perubahan etos kerja dan pola pikir menjadi fondasi utama mendorong kesejahteraan warga. Ia menyebut peningkatan daya beli masyarakat terlihat dari kepemilikan aset seperti emas dan kendaraan yang meningkat signifikan.

“APBD mungkin terbatas, tapi pendapatan masyarakat naik. Itu yang lebih penting,” tegas Syahar.

Ia menegaskan, capaian tahun pertama menjadi pijakan untuk menjaga konsistensi di tahun-tahun berikutnya. “Tugas kita sekarang memastikan tren positif ini terus terjaga dan dirasakan masyarakat secara berkelanjutan,” tukasnya.