KabarMakassar.com — Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, meninggal akibat serangan udara yang dilakukan oleh pasukan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah sasaran di Teheran, Iran. Pemerintah Iran mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari sebagai bentuk penghormatan atas kepergian sang pemimpin.
Lantas Siapa Ali Khamenei?.
Ali Khamenei lahir pada 19 April 1939 di Mashhad, Iran, dan dikenal sebagai ulama Syiah konservatif yang memegang peranan penting dalam sejarah Republik Islam Iran sejak era Revolusi 1979. Ia adalah salah satu tokoh yang aktif menentang rezim Shah Iran sebelum revolusi berhasil menggulingkan monarki dan mendirikan negara baru berdasarkan prinsip pemerintahan religius.
Khamenei kemudian mulai masuk ke ranah politik nasional. Ia menjabat sebagai Presiden Iran pada 1980-an, kemudian menjadi Pemimpin Tertinggi Iran setelah wafatnya pendiri Republik Islam pada 1989. Dalam peran ini, ia menjadi otoritas tertinggi negara yang mengawasi urusan politik, militer, agama, dan kebijakan luar negeri.
Sebagai Pemimpin Tertinggi, Khamenei dikenal karena kebijakan luar negeri yang keras terhadap kekuatan Barat, serta perannya dalam memperluas pengaruh Iran melalui hubungan dengan sekutu regional. Di dalam negeri, pemerintahannya juga ditandai oleh tindakan penindasan terhadap protes dan oposisi politik.
Jalur Karier Politik Ali Khamenei
Awal Karier Politik
Presiden Iran (1981–1989): Khamenei terpilih sebagai Presiden Republik Islam pada awal pembentukan negara setelah revolusi. Ia memimpin pemerintahan Iran pada masa transisi yang penuh tantangan.
Pemimpin Tertinggi Iran (1989–2026)
Setelah wafatnya pendiri Republik Islam, Khamenei dipilih menjadi Pemimpin Tertinggi pada 1989. Ia memegang otoritas paling tinggi di Iran, termasuk kendali atas militer, kebijakan luar negeri, dan lembaga negara lainnya.
Selama lebih dari tiga dekade, Ali Khamenei menjadi sosok paling berpengaruh dalam politik Iran, memainkan peran utama dalam hubungan Iran dengan Amerika Serikat, Israel, dan negara lain di Timur Tengah, serta dalam kebijakan nuklir Iran.
Serangan Udara dan Kabar Kematian Ali Khamenei
Pada 28 Februari 2026, serangkaian serangan udara besar dilancarkan oleh pasukan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel di wilayah Iran, termasuk ibu kota Teheran. Dalam serangan tersebut, kompleks tempat Khamenei berada menjadi salah satu target utama.
Pemerintah Iran kemudian secara resmi mengumumkan bahwa Ali Khamenei meninggal dunia dalam serangan tersebut. Pengumuman ini disiarkan oleh media nasional, yang menyatakan bahwa sang pemimpin telah mencapai martabat tertinggi dalam pekerjaannya saat menghadapi konfrontasi militer itu.
Menanggapi kejadian ini, otoritas Iran menetapkan periode berkabung nasional selama 40 hari, serta libur nasional selama satu minggu sebagai penghormatan kepada Khamenei.
Dampak Kejadian Ini terhadap Politik dan Ketegangan Regional
Kematian Ali Khamenei, yang telah memimpin Iran selama puluhan tahun, dipandang oleh pengamat internasional sebagai momen bersejarah dan berpotensi menyebabkan perubahan besar dalam dinamika politik dalam negeri Iran maupun geopolitik kawasan Timur Tengah.
Peristiwa ini terjadi di tengah eskalasi ketegangan antara Iran dan kekuatan internasional, khususnya Amerika Serikat dan Israel, yang telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir dan mencakup konflik tentang program nuklir Iran serta pengaruh regional negara tersebut.














