KabarMakassar.com — DPW PKS Sulawesi Selatan menegaskan arah pembinaan kader berbasis Al-Qur’an dengan menggelar Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ) serentak di seluruh DPD se-Sulawesi Selatan pada 22–28 Februari 2026.
Agenda ini bukan sekadar perlombaan, tetapi penegasan standar kader dimana hafalan harus mutqin, terjaga, dan terukur.
Ketua DPW PKS Sulsel, Anwar Faruq, menekankan bahwa kekuatan gerakan lahir dari kedekatan dengan Al-Qur’an.
“Kami ingin memastikan Al-Qur’an tidak berhenti pada bacaan. Ia harus dihafal, dijaga dengan muroja’ah, dan dihidupkan dalam setiap amal perjuangan. Al-Qur’an adalah murabbi terbaik yang menjaga hati dan meluruskan niat kader,” tegasnya, Senin (23/02).
MHQ kali ini melibatkan seluruh jenjang keanggotaan, dari Anggota Penggerak hingga Anggota Pelopor. Menurut Anwar, konsolidasi ruhiyah menjadi fokus utama.
“Pembinaan tidak boleh seremonial. Kualitas hafalan harus lintas jenjang, terstruktur, dan terukur. Kita ingin kader yang kuat ideologinya karena kuat interaksinya dengan Al-Qur’an,” ujarnya.
Pelaksanaan digelar serentak di enam daerah, yakni Bulukumba, Maros, Gowa pada 22 Februari, Takalar pada 26 Februari; serta Makassar dan Luwu Timur pada 28 Februari 2026.
Para juara DPD akan melaju ke Grand Final tingkat wilayah pada 1 Maret 2026 di Kantor DPW PKS Sulsel.
Anwar menambahkan, MHQ menjadi strategi menjaga ritme pembinaan pasca Ramadan.
“Semangat tilawah dan hafalan tidak boleh turun setelah Ramadan. Justru setelah itu harus makin kokoh. Target kami jelas, lahir kader yang mutqin hafalannya, bersih jiwanya, dan tangguh dalam kerja-kerja politik,” katanya.
Anwar Faruq kemudian memberikan pesan tegas bahwa arah pembinaan PKS Sulsel tidak bergeser.
“Kader yang memimpin umat harus matang spiritualnya. Dari Al-Qur’an lahir integritas, dari hafalan lahir keteguhan. Itulah fondasi perjuangan kami,” tukasnya.














