kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

PSM Tawarkan Followers untuk Dongkrak Lontara+ Milik Pemkot Makassar

PSM Tawarkan Followers untuk Dongkrak Lontara+ Milik Pemkot Makassar
Commercial Director PSM, Hafit Timor Mas’ud (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com — PSM Makassar menawarkan kekuatan 1,1 juta pengikut media sosialnya untuk mendongkrak platform digital Lontara+ milik Pemerintah Kota Makassar.

Tawaran kolaborasi itu disampaikan langsung jajaran manajemen PSM usai bertemu Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Balaikota, Senin (23/02).

Commercial Director PSM, Hafit Timor Mas’ud, menegaskan pihaknya siap mendukung promosi produk digital Pemkot, baik melalui eksposur media sosial maupun aktivasi komunitas suporter.

“Kami melihat Lontara+ punya potensi besar. Dengan kekuatan media sosial PSM yang mencapai 1,1 juta followers di Instagram dan ratusan ribu di platform lain, ini momentum yang tepat untuk mengajak masyarakat Makassar menggunakan Lontara+,” ujar Hafit.

Menurutnya, kolaborasi yang ditawarkan bersifat konkret dan langsung menyentuh kebutuhan fans. Di antaranya penjualan jersey resmi PSM serta pembelian tiket pertandingan melalui aplikasi Lontara+, meski laga kandang sementara masih digelar di Parepare.

“Skemanya bisa beragam. Nanti jersey bisa dijual di Lontara+, tiket pertandingan juga bisa dibeli di sana. Jadi walaupun mainnya di Parepare, aksesnya tetap dari Makassar,” paparnya.

PSM juga menargetkan uji coba integrasi layanan bisa berjalan sebelum musim kompetisi berakhir tahun ini. Langkah itu sekaligus menjadi tes efektivitas kolaborasi digital antara klub sepak bola terbesar di Sulsel tersebut dengan Pemkot Makassar.

Hafit menyebut sekitar 90 persen pengikut media sosial PSM berasal dari Sulawesi Selatan dan diaspora Sulsel. Potensi ini dinilai sangat strategis untuk memperluas jangkauan Lontara+ maupun program lain seperti promosi pariwisata melalui Explore Makassar.

“Kalau ada satu juta warga Makassar dan sebagian besar fans PSM, itu kekuatan besar. Tinggal bagaimana kita ajak mereka download dan gunakan Lontara+ sesuai kebutuhannya,” katanya.

Ia optimistis, kolaborasi ini akan semakin kuat jika infrastruktur stadion di Makassar telah rampung. “Kalau stadion sudah jadi, dampaknya pasti lebih dahsyat lagi. Aktivasi digital dan promosi bisa jauh lebih maksimal,” tambahnya.

Pertemuan awal ini disebut sebagai langkah penjajakan. Namun kedua pihak sepakat mendorong realisasi kerja sama dalam waktu dekat, dengan harapan Lontara+ bisa menjadi pintu masuk integrasi layanan publik dan industri olahraga di Makassar.