KabarMakassar.com — Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mempercepat penyelesaian perencanaan program 2026 dan mulai menuntaskan perencanaan 2027 pada tahun ini. Langkah tersebut ditegaskan dalam rapat koordinasi di Malili, pada Minggu (22/2/2026).
Ia menilai percepatan perencanaan penting agar pelaksanaan kegiatan tidak lagi tertunda di tengah tahun anggaran. Dengan perencanaan yang lebih awal, realisasi program diharapkan berjalan lebih cepat dan terukur.
Rapat koordinasi itu diikuti Sekretaris Daerah Luwu Timur Dr. Ramadhan Pirade, para asisten, serta sejumlah kepala OPD dengan program strategis dan kegiatan fisik besar. Di antaranya Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Perkimtam, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta Dinas Perhubungan.
Dalam arahannya, Irwan mengatakan sejumlah program perlu segera ditindaklanjuti agar tidak menumpuk di akhir tahun. Ia meminta OPD menyelesaikan tahapan perencanaan paling lambat awal Maret.
“Saya sengaja memanggil OPD-OPD yang banyak kegiatannya, karena ada beberapa program yang perlu ditindaklanjuti lebih cepat agar proses dan pelaksanaannya juga bisa lebih cepat terealisasi,” ujar Irwan
Irwan juga menekankan perlunya perubahan pola kerja dalam penyusunan perencanaan tahunan. Menurutnya, pola lama yang membuat perencanaan molor harus segera ditinggalkan.
Ia berharap mulai tahun ini perencanaan kegiatan tahun berikutnya dapat dirampungkan lebih awal. Targetnya, seluruh perencanaan 2027 sudah selesai pada 2026.
“Mudah-mudahan di tahun ini kita sudah mulai pola seperti itu, sehingga semua kegiatan tahun 2027 nanti perencanaannya sudah selesai di 2026. Ini menjadi perhatian Pak Sekda dan para Asisten untuk mengawal, terutama dinas-dinas yang kegiatannya banyak, baik fisik maupun pengadaan,” tegasnya.
Irwan meminta Sekda dan para asisten melakukan pengawalan ketat terhadap OPD dengan beban kegiatan tinggi. Pengawasan tersebut dinilai penting agar percepatan tidak mengorbankan kualitas dokumen perencanaan.
Selain itu, ia mendorong OPD aktif membangun komunikasi dengan kementerian dan pemerintah pusat. Upaya tersebut dilakukan agar lebih banyak program strategis pusat dapat masuk dan diselaraskan dengan perencanaan daerah.
Menurutnya, percepatan dan sinkronisasi perencanaan akan berdampak langsung pada efektivitas pembangunan. Ia berharap langkah ini menjadi standar kerja baru dalam tata kelola pemerintahan di Luwu Timur.














