KabarMakassar.com — Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam memberikan perhatian khusus pada pelaksanaan kegiatan fisik di lingkup Pemkab Luwu Timur. Ia meminta seluruh OPD memastikan pembangunan berjalan efektif dan berkualitas.
Irwan menegaskan bahwa koordinasi teknis harus diperkuat sejak tahap perencanaan. Ia meminta agar setiap rencana kegiatan monumental atau strategis dikonsultasikan langsung dengan pimpinan.
Khusus kegiatan fisik, ia menekankan peran Dinas PUPR sebagai koordinator teknis. Dinas tersebut diminta menurunkan tenaga teknis sesuai kapasitas untuk mendampingi OPD lain.
“Teman-teman teknis di Dinas PUPR ini anak-anak teknik semua, sesuai kapasitasnya. Saya yakin mereka bisa maksimal. Nanti juga akan kita coaching terkait tugas dan tanggung jawabnya, apakah sebagai PPK atau bagian dari tim PPK,” jelas Irwan, saat memimpin rapat koordinasi bersama jajarannya, di Malili, Minggu (22/02/2026).
Dia juga memberi arahan terkait standar material bangunan. Ia meminta agar penggunaan kalsiboard atau tripleks tidak lagi dipakai dalam perencanaan ke depan.
Sebagai gantinya, ia mengarahkan penggunaan material PVC yang dinilai lebih tahan lama. Untuk kusen bangunan, ia meminta agar tidak lagi menggunakan kayu melainkan aluminium agar tidak mudah rusak atau dimakan rayap.
Perhatian juga diberikan pada pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB). Irwan mengingatkan agar pengadaan bangunan diselaraskan dengan penyediaan meubeler pada tahun anggaran yang sama.
“Jangan sampai RKB dianggarkan tahun ini, tapi meubelernya tahun depan. Akhirnya satu tahun ruangannya tidak terpakai dan mubazir. Jadi kalau menganggarkan RKB, langsung sekalian dengan meubelernya,” tegasnya.
Dia turut mendorong pemilihan desain meubeler yang lebih modern dan berkualitas. Menurutnya, inovasi desain penting agar fasilitas publik tidak tertinggal secara estetika maupun fungsi.
Irwan ingin memastikan setiap pembangunan fisik memberi manfaat maksimal bagi masyarakat. Dia berharap kualitas infrastruktur daerah meningkat seiring perencanaan yang lebih matang dan pengawasan teknis yang ketat














