KabarMakassar.com — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (Appi) menyambut inisiatif pihak Coca-Cola untuk berkolaborasi mengkonsep ulang kawasan Pasar Cidu di Jalan Tinumbu, Kamis (09/04).
Appi menilai gagasan tersebut sejalan dengan rencana Pemerintah Kota Makassar yang memang ingin menata Pasar Cidu sebagai street market.
Creative Director Mixology Takeover Coca-Cola, Muh Rizal, pada audiensi tersebut menyampaikan bahwa Pasar Cidu memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata baru.
Pihaknya kemudian menawarkan konsep penataan ulang yang mencakup pengaturan tenant lebih rapi dan ramah pengunjung serta panggung sebagai pusat kegiatan. Selain itu, akan dihadirkan kegiatan dengan bekerja sama komunitas-komunitas.
“Jadi, kami berinisiatif untuk mengonsep ulang penataannya, mulai dari penempatan tenant-tenant yang lebih ramah, dan juga nanti di setiap bulan akan ada kegiatan-kegiatan komunitas,” jelasnya.
Rizal melanjutkan, aktivitas event yang digelar secara berkala diharapkan mampu meningkatkan pengalaman wisata sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
Appi menyambut positif inisiatif tersebut karena sejalan dengan rencana penataan Pasar Cidu yang telah lama disiapkan Pemerintah Kota Makassar. Ia menegaskan pengembangan kawasan harus mengedepankan kebersihan dan keberlanjutan sebagai fondasi utama.
“Pemerintah Kota memang ingin membangun sebuah konsep street market di sini. Hal yang paling utama tentu kebersihannya, itu harus kita jaga,” ujarnya.
Appi juga menekankan agar penataan tidak menggeser masyarakat lokal dari ruang ekonominya. Menurutnya, pelaku usaha dan pemilik ruko di kawasan tersebut harus tetap menjadi bagian dari ekosistem yang dibangun dan merasakan manfaat langsung.
“Jangan sampai pengembangan ini menyingkirkan penduduk setempat. Mereka harus ikut merasakan manfaatnya. Jangan sampai pemilik ruko di sana malah merasa tertutup usahanya dan tidak mendapat apa-apa,” tegasnya.
Pelibatan koordinasi dengan berbagai perangkat daerah juga akan dilakukan untuk menyusun sistem pengelolaan yang matang dan terintegrasi Langkah ini mencakup pengaturan tenant, pengelolaan sampah, hingga rekayasa lalu lintas agar kawasan tetap tertib dan aman.
Selain itu, Appi menggaris bawahi edukasi kepada para pedagang menjadi perhatian penting, khususnya terkait standar kebersihan dan keamanan pangan. Seluruh pelaku usaha diharapkan memiliki sertifikasi higienitas sebagai bentuk perlindungan terhadap kesehatan masyarakat.
“Semua penjual makanan wajib memiliki sertifikasi higienitas dan sanitasi. Ini demi kesehatan masyarakat,” tambahnya.
Appj juga merincikan pengaturan akses kendaraan juga menjadi prioritas untuk mengantisipasi kondisi darurat di tengah kepadatan aktivitas malam hari Pasar Cidu. Sistem lalu lintas yang baik dinilai penting agar kawasan tetap nyaman tanpa mengganggu akses evakuasi jika diperlukan.
Appi berharap dengan potensi ekonomi yang besar, khususnya sebagai pusat aktivitas malam di wilayah utara Makassar, kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mengembangkan pasar cidu dapat berkembang menjadi destinasi unggulan baru.














