kabarbursa.com
kabarbursa.com

200 Ton Sampah dari Gowa dan Maros Akan Dikirim ke Makassar

200 Ton Sampah dari Gowa dan Maros Akan Dikirim ke Makassar
Timbunan sampah di TPA Tamangapa (dok. Syamsi/KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Sebanyak 200 ton sampah dari wilayah sekitar akan dikirim ke Kota Makassar setiap hari sebagai bagian dari sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis aglomerasi. Sampah tersebut berasal dari dua daerah penyangga, yakni Kabupaten Gowa dan Kabupaten Maros.

Kebijakan ini menjadi bagian dari rencana pengoperasian pengolahan sampah menjadi energi listrik atau PSEL di Kota Makassar.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan bahwa rencana pengiriman sampah dari dua daerah tersebut merupakan bagian dari kerja sama lintas wilayah dalam mendukung pengolahan sampah modern.

Dia menyebutkan bahwa sistem aglomerasi akan diterapkan untuk memastikan pasokan sampah mencukupi kebutuhan operasional fasilitas pengolahan.

Selain itu, pengiriman sampah dari daerah sekitar dinilai dapat mempercepat penyelesaian persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan bersama.

“Iya, akan masuk sampahnya sebesar, kalau saya tidak salah, dari Gowa 150 ton per hari dan Maros 50 ton per hari,” ucap Appi, sapaan akrabnya, yang ditemui usai penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait PSEL di Rujab Gubernur Sulsel, Sabtu (04/04).

Appi juga menegaskan bahwa konsep aglomerasi tidak hanya berfokus pada pemindahan sampah antarwilayah, tetapi juga pada kolaborasi dalam menyelesaikan persoalan lingkungan secara bersama-sama.

Selain itu, Pemkot Makassar menilai bahwa kerja sama dengan daerah sekitar dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas lingkungan secara regional. Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam menghadapi peningkatan volume sampah setiap tahun.

“Ya sama. Itulah namanya aglomerasi, memastikan seluruh kebutuhan-kebutuhan itu bisa diselesaikan dengan cara kolaborasi dan kebersamaan,” ucapnya.

Appi menambahkan bahwa secara teknis, alur pengiriman sampah dari daerah sekitar akan diatur secara rinci agar tidak mengganggu sistem pengelolaan sampah yang sudah berjalan. Seluruh proses pengangkutan dipastikan berlangsung sesuai standar operasional yang berlaku.

“Nanti sistemnya secara detail akan diatur bagaimana lalu lintas proses pengolahan sampah yang ada,” katanya.

Selain mengandalkan kerja sama lintas wilayah, Pemerintah Kota Makassar juga tengah menyiapkan penguatan infrastruktur pengelolaan sampah di dalam kota. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memperbaiki sistem pengelolaan di lokasi tempat pemrosesan akhir.

Dalam proses tersebut, lanjut Appi, pemerintah kota juga berupaya mengakhiri praktik pembuangan terbuka atau open dumping yang selama ini masih dilakukan di sejumlah area.

Pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap area yang akan diperbaiki secara bertahap. Perubahan sistem pengelolaan diharapkan mampu mengurangi potensi pencemaran lingkungan di sekitar lokasi pengolahan sampah.

“Apalagi sekarang di kota Makassar ini, kita sudah mendapatkan teguran untuk menutup yang namanya open dumping menuju ke sanitary landfill. Hari ini kita sudah memetakkan semua blok-blok yang akan dilakukan cover soil setiap hari untuk memastikan bahwa tidak ada lagi open dumping yang bisa memberikan tingkat pencemaran yang tinggi di kota ini,” pungkasnya.

error: Content is protected !!