KabarMakassar.com — Setelah bertahun-tahun diisi pelaksana tugas (Plt), Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar akhirnya mempercepat penetapan kepala Puskesmas definitif di 47 fasilitas layanan kesehatan yang tersebar di seluruh wilayah Kota Makassar.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi menegaskan, proses seleksi kini telah memasuki tahap akhir dan tinggal menunggu hasil penilaian sebelum dilakukan pengukuhan.
“Jadi, lagi prosesnya sudah berjalan, kami tinggal menunggu hasilnya. Setelah itu kita scoring, melihat posisinya untuk kita tempatkan dan kita kukuhkan,” ujarnya, Jumat (10/04).
Percepatan ini menjadi langkah strategis untuk mengakhiri kekosongan kepemimpinan definitif di tingkat Puskesmas yang terjadi sejak tahun 2019. Selama ini, jabatan tersebut mayoritas diisi Plt dengan kewenangan terbatas dalam pengambilan keputusan.
Appi menilai, kehadiran kepala Puskesmas definitif sangat krusial untuk memperkuat kualitas layanan kesehatan dasar yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
“Dengan langkah ini, diharapkan Kepala Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan mampu bertransformasi menjadi institusi yang lebih adaptif, inovatif, dan responsif,” jelasnya.
Sebanyak 84 peserta mengikuti proses seleksi yang dimulai sejak Maret lalu. Tahapannya berlangsung ketat dan berjenjang, mulai dari tes tertulis, uji kompetensi, hingga wawancara.
Menariknya, Pemkot Makassar menerapkan pendekatan baru dalam rekrutmen. Seleksi tidak lagi didominasi dokter, melainkan terbuka bagi seluruh tenaga kesehatan, termasuk bidan dan lulusan kesehatan masyarakat.
Kebijakan ini disebut sebagai perubahan paradigma dalam penataan sumber daya manusia sektor kesehatan, dengan menitikberatkan pada kompetensi, bukan latar belakang profesi semata.
Appi menegaskan, prinsip yang digunakan dalam penempatan jabatan adalah kesesuaian kompetensi dengan posisi.
“Artinya saya mau ini proses ini berjalan seperti itu supaya benar-benar the right man on the right place,” tegasnya.
Saat ini, seluruh hasil seleksi tengah dalam tahap pengolahan nilai. Penentuan akhir akan didasarkan pada akumulasi seluruh komponen penilaian peserta.
“Orang yang tentu di dalam tahapan seleksinya mulai dari wawancaranya, tes uji kompetensinya dan itu akan diakumulasi menjadi angka rata-rata yang bisa kita tempatkan,”terang Appi.
Ia juga mengisyaratkan, pengukuhan kepala Puskesmas akan diprioritaskan lebih dulu sebelum pelantikan kepala sekolah se-kota Makassar.
“Sepertinya Kapus dulu baru Kepsek,” tutupnya.














