kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Al-Markaz Terapkan Kemasan Ramah Lingkungan Untuk Hidangan Buka Puasa

Al-Markaz Terapkan Kemasan Ramah Lingkungan Untuk Hidangan Buka Puasa
Persiapan penyajian menu buka puasa di Masjid Al-Markaz (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Program pembagian buka puasa Ramadan di Masjid Al-Markaz Al-Islami kembali digelar pada Ramadan 1447 Hijriah/2026. Panitia menargetkan 1.200 porsi takjil dan makan malam disiapkan setiap hari bagi jamaah yang berbuka di masjid tersebut.

Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap Ramadan ini disusun secara terstruktur untuk memastikan pembagian berjalan tertib dan merata.

Skema dimulai dari penyajian takjil sebelum Azan Magrib hingga distribusi makanan utama menggunakan sistem kupon setelah salat berjamaah.

Koordinator kegiatan, Nanissa Suwarni, menjelaskan bahwa sebelum waktu berbuka, jamaah terlebih dahulu diarahkan ke satu ruangan yang telah disiapkan panitia untuk menikmati takjil.

Setelah itu, jamaah melaksanakan salat Magrib berjamaah, kemudian kupon yang telah dibagikan sebelumnya ditukarkan dengan paket makan malam.

“Kupon dibagikan terlebih dahulu agar pembagian makanan lebih tertib dan merata,” ujarnya. Selasa (3/3).

Dalam proses produksi, dapur utama ditangani oleh satu juru masak yang dibantu sebelas orang di bagian dapur.

Sementara itu, enam orang lainnya bertugas khusus menyiapkan dan membungkus takjil untuk memastikan seluruh porsi siap tepat waktu.

Setiap hari, panitia menyiapkan 1.200 bungkus takjil dan nasi untuk jamaah. Jumlah tersebut disesuaikan dengan rata-rata kehadiran jamaah yang berbuka puasa di lokasi.

Meski tidak menghadapi kendala berarti, faktor cuaca menjadi tantangan tersendiri dalam operasional dapur. Pasalnya, dapur yang digunakan masih berupa tenda sehingga rentan terhadap kondisi cuaca ekstrem.

“Kalau hujan dan angin memang sedikit memengaruhi, tapi di luar itu tidak ada kendala berarti,” jelas Nanissa.

Menariknya, pada Ramadan tahun ini panitia menerapkan konsep ramah lingkungan dengan menggunakan kemasan kertas nasi yang dilapisi daun.

Kebijakan tersebut diambil untuk menekan volume sampah plastik sekali pakai yang biasanya meningkat selama Ramadan. Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

“Kami menghindari penggunaan plastik seperti boks atau kemasan mika karena sampahnya sangat banyak. Dengan kemasan daun dan kertas, selesai makan bisa langsung dibuang tanpa menyisakan banyak sampah plastik,” pungkasnya.