KabarMakassar.com — Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang yang disebut telah melebihi kapasitas memicu perhatian dari berbagai kalangan termaksud Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Hartono.
Hartono menilai, pemerintah kota harus segera menyiapkan solusi konkret di tengah situasi darurat sampah yang kian mendesak.
Menurutnya, rencana pengolahan sampah melalui budidaya maggot memang bisa menjadi salah satu terobosan. Namun, ia menegaskan program tersebut tidak boleh dijalankan tanpa kajian ilmiah yang jelas dan terukur.
“Kalau maggot ini mau dijadikan inovasi, tolong diriset dulu. Apakah benar penguraian sampah dengan maggot bisa menyelesaikan persoalan sampah kita di Makassar?, kalau memang bisa ayo di fokuskan kesana (magot), kalau perlu kita bahas anggaran,” tegas Hartono, Senin (23/02).
Ia mengingatkan, dukungan anggaran besar hanya layak diberikan jika hasil riset membuktikan efektivitasnya. Mengingat kondisi TPA Antang yang sudah overload, menurutnya kebijakan tidak boleh bersifat coba-coba.
“Kalau memang riset mengatakan memungkinkan, dorong besar-besaran. Ini darurat sampah. Tapi jangan sampai kita support maksimal, ternyata tidak menyelesaikan jumlah masalah,” ujarnya.
Hartono juga menyoroti belum adanya kepastian industri pengolahan sampah di Makassar. Dalam situasi tersebut, opsi maggot dinilai bisa menjadi alternatif, namun tetap harus berbasis data.
“Jangan sampai anggaran besar digelontorkan, tapi hasilnya tidak maksimal. Kita butuh solusi yang terukur, bukan sekadar inovasi tanpa kepastian dampak, apalagikan pak Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin itu orangnya sangat butuh dengan data, tentu SKPD terkait perlu melakukan riset untuk melihat kondisi yang ada,” tambahnya.
Ia berharap setiap kebijakan strategis penanganan sampah di Kota Makassar benar-benar berbasis kajian ilmiah agar tidak menimbulkan beban baru di kemudian hari, terutama di tengah krisis daya tampung TPA yang semakin mendesak.














