KabarMakassar.com — Kota Makassar tercatat sebagai daerah dengan permintaan hewan kurban tertinggi di Sulawesi Selatan menjelang Iduladha tahun ini. Tingginya permintaan tersebut dipengaruhi jumlah penduduk dan aktivitas masyarakat yang lebih padat dibanding wilayah lain.
Berdasrkan data dari pemantauan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan, selain Makassar, Kabupaten Gowa dan Kabupaten Bone juga menjadi daerah dengan kebutuhan hewan kurban cukup tinggi.
“Saat ini untuk kebutuhan hewan kurban kami yang paling banyak itu menurut data tentunya ya daerah kota Makasar ya, karena kota Makasar paling banyak tentunya di sana permintaan hewan kurbannya. Kemudian di daerah Gowa juga, kemudian yang ketiga itu di daerah Bone,” ungkap Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulsel, Sriyanti Haruni, Sabtu (25/04).
Sriyanti menjelaskan, kebutuhan hewan kurban di Kota Makassar dipenuhi dari berbagai daerah penghasil ternak di Sulawesi Selatan. Pasokan hewan kurban masuk dari sejumlah wilayah yang memiliki populasi ternak cukup besar.
“Kalau Kota Makasar tentunya dari banyak tempat ya, saya lihat juga data, pasokan untuk Kota Makasar ini tentunya mulai dari Sinjai, kemudian dari Gowa, kemudian dari Bone juga ada, jadi dari berbagai macam tempat kalau Kota Makasar ini,” paparnya.
Sementara itu, Kabupaten Gowa sebagian besar mengandalkan pasokan hewan kurban dari wilayahnya sendiri. Hal ini dimungkinkan karena Gowa memiliki kemampuan produksi ternak yang cukup untuk memenuhi kebutuhan lokal.
Kondisi tersebut membuat distribusi hewan kurban di wilayah Gowa relatif lebih stabil. Selain memenuhi kebutuhan daerah sendiri, beberapa wilayah penghasil ternak juga berperan dalam mendukung kebutuhan daerah lain.
“Kalau untuk Gowa sendiri biasanya ini mereka untuk daerah Gowa itu sendiri, karena mereka ada penghasil sendiri,” jelasnya.
Sriyanti mengungkapkan, Kabupaten Bone menjadi salah satu daerah utama penghasil ternak di Sulawesi Selatan. Wilayah ini tidak hanya memenuhi kebutuhan hewan kurban untuk masyarakat setempat, tetapi juga berperan sebagai pemasok bagi daerah lain.
Tingginya populasi ternak di Bone menjadikannya salah satu daerah strategis dalam distribusi hewan kurban. Peran tersebut turut mendukung ketersediaan hewan kurban di berbagai wilayah di Sulawesi Selatan.
“Apalagi kalau Bone, Bone kan itu daerah paling banyak ternaknya di Sulawesi Selatan. Tentunya dia juga selain untuk penghasil sendiri, dia juga akan mensuplai daerah-daerah lain,” ujarnya.
Di sisi lain, lanjut Sriyanti, lalu lintas ternak dari luar daerah juga terus dipantau untuk menjaga keamanan kesehatan hewan. Pengawasan dilakukan terutama terhadap ternak yang masuk dari luar provinsi.
Jenis ternak yang masuk umumnya berupa kerbau yang didatangkan dari beberapa wilayah di Indonesia bagian timur. Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan ternak yang masuk dalam kondisi sehat dan layak untuk didistribusikan.
“Kalau lalu lintas kami selalu ada lalu lintas dari luar, utamanya saat ini kan kita yang memasukkan itu adalah kerbau-kerbau dari NTT, NTB dan Maluku. Sejauh ini untuk ternak-ternak sapi itu masih kurang bahkan tidak ada, karena yang dari NTT, NTB biasanya pemasokannya untuk ke daerah Toraja untuk yang acara adat,” pungkas Sriyanti.
Diketahui, ketersediaan hewan kurban di Sulawesi Selatan dipastikan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Iduladha tahun ini. Data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulsel menunjukkan jumlah stok hewan kurban masih berada di atas kebutuhan.
Untuk ketersediaan sapi di Sulsel untuk jelang Iduladha mencapai 81.875, kerbau 5.354, dan kambing 51.639. Sementara untuk kebutuhan hewan kurban sapi berada pada angka 57.879, kemudian kebutuhan kerbau 41, dan kebutuhan kambing itu 4.188.
Dengan selisih antara jumlah ketersediaan dan kebutuhan, pemprov Sulsel memastikan stok hewan kurban masih mencukupi hingga pelaksanaan Iduladha. Kondisi ini menunjukkan neraca ketersediaan hewan kurban di Sulsel masih dalam batas aman.














