kabarbursa.com
kabarbursa.com

Adaptasi Era Digital, PPP Sulsel Sukses Gelar Muscab Secara Hybrid

Adaptasi Era Digital, PPP Sulsel Sukses Gelar Muscab Secara Hybrid
Ketua DPW PPP Sulsel, Ilham Ari Fauzi (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Selatan menuntaskan pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) se-Sulsel dengan skema hybrid yang memadukan pertemuan langsung dan virtual.

Format ini dinilai efektif memperluas keterlibatan kader sekaligus memperkuat konsolidasi internal partai di seluruh daerah.

Ketua DPW PPP Sulsel, Ilham Ari Fauzi, menegaskan keberhasilan Muscab bukan sekadar capaian teknis, melainkan langkah strategis memperkuat fondasi partai menjelang agenda politik ke depan.

“Muscab ini bukan hanya pergantian kepengurusan. Ini momentum untuk memastikan kekuatan PPP di daerah tetap terjaga dan semakin solid,” ujarnya.

Ia menekankan, basis PPP di tingkat kabupaten/kota masih menjadi kekuatan utama yang harus dipertahankan oleh kepengurusan baru. Menurutnya, soliditas struktur daerah menjadi kunci keberlanjutan eksistensi partai.

“PPP Sulsel punya sejarah kekuatan besar. Basis di daerah itu masih ada dan harus diperkuat, bukan justru melemah,” tegasnya.

Dalam Muscab tersebut, komitmen integritas juga menjadi sorotan. Ilham mengingatkan seluruh kandidat yang akan mengisi posisi strategis agar mengedepankan kepemimpinan inklusif dan mampu merangkul seluruh elemen partai.

“Siapa pun yang maju, harus punya komitmen kuat dan mampu menyatukan semua kekuatan PPP,” katanya.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa tantangan partai tidak berhenti pada konsolidasi suara, tetapi juga kesiapan administratif menghadapi verifikasi sebagai peserta pemilu.

“Kita tidak hanya bicara suara. Kita harus siap secara struktur, kantor, dan kader untuk lolos verifikasi,” jelasnya.

Selain itu, konsep kepemimpinan EARN turut mengemuka dalam forum tersebut. Konsep ini menekankan keseimbangan antara kerja dan penghargaan terhadap kinerja kader, termasuk dalam pengelolaan anggaran partai.

“Pengelolaan harus adil. Tidak berlebihan, tapi juga tidak kaku. Harus seimbang dengan kontribusi kader,” tukas Ilham.

error: Content is protected !!