kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Frederik Kalalembang Ajak Warga Toraja Jauhi Narkoba dalam Doa Lintas Agama di Rantepao

Frederik Kalalembang Ajak Warga Toraja Jauhi Narkoba dalam Doa Lintas Agama di Rantepao
Irjen. Pol. Drs. Frederik Kalalembang saat sampaikan orasi di Kegiatan Doa Bersama lintas beragama.(dok. Jerni)

KabarMakassar.com — Anggota DPR RI Komisi III Fraksi Demokrat, Frederik Kalalembang, menghadiri kegiatan doa bersama lintas agama yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama di Lapangan Bakti Rantepao, Sabtu (25/4). Dalam kesempatan itu, ia mengajak masyarakat untuk menjauhi narkoba demi menjaga masa depan generasi muda.

Dalam sambutannya, Frederik Kalalembang menegaskan bahwa upaya penegakan hukum terhadap kasus narkoba di wilayah Toraja telah berjalan dengan baik. Hal ini, menurutnya, terlihat dari sejumlah kasus yang berhasil diungkap aparat penegak hukum.

Ia juga menyinggung adanya tindakan tegas terhadap oknum aparat yang terlibat.

“Sudah ada beberapa yang ditangkap dan diproses hukum, termasuk Kasat Narkoba dan Kanit Narkoba Polres Toraja Utara yang diberhentikan dengan tidak hormat,” ujarnya.

Frederik yang akrab disapa JFK mengingatkan masyarakat Toraja agar tidak pernah mencoba menggunakan narkoba. Ia menilai, sekali terjerumus, seseorang akan sulit keluar dari jerat ketergantungan.

“Jangan sekali-kali menggunakan narkoba. Kalau kita sudah mencoba, pasti akan mencari lagi, dan akhirnya bisa menjual apa saja demi mendapatkan barang tersebut,” tegasnya.

Ia juga mengimbau pentingnya komunikasi dalam lingkungan sosial, baik keluarga maupun masyarakat. Menurutnya, peran orang terdekat sangat penting dalam mendeteksi dan mencegah penyalahgunaan narkoba.

“Perkuat komunikasi antara keluarga, teman, dan lingkungan sekitar. Jika ada yang terindikasi, segera diingatkan dan dibantu,” tambahnya.

Kegiatan bertajuk Doa Bersama Sang Torayan ini turut menjadi momentum memperkuat persatuan lintas agama dan budaya di Toraja. Sejumlah poin penting disampaikan dalam kegiatan tersebut, antara lain mempererat kerukunan, menolak praktik yang merusak moral seperti judi, narkoba, dan kekerasan, serta menjaga nilai adat dan budaya warisan leluhur.

Selain itu, kegiatan ini juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap generasi muda sebagai aset masa depan daerah, sekaligus mendorong terwujudnya Toraja yang rukun, damai, dan sejahtera.

error: Content is protected !!