kabarbursa.com
kabarbursa.com

Bendum Imam Fauzan Sebut Kepengurusan DPP PPP Belum Solid

Bendum Imam Fauzan Sebut Kepengurusan DPP PPP Belum Solid
Bendera PPP (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Isu perpecahan kembali menghantam Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyusul sorotan terhadap ketidakaktifan Sekretaris Jenderal Taj Yasin Maimoen dalam kepengurusan.

Namun, Bendahara Umum DPP PPP, Imam Fauzan, menegaskan kondisi tersebut tidak mengganggu jalannya organisasi.

“Pikiran saya kami harus solid, karena tantangan kami untuk Pemilu 2029 itu lebih berat dibanding pemilu barusan. Kalau kami tidak solid, mustahil kami bisa lolos ke Senayan,” ujar Imam di Makassar, Sabtu (26/04).

Ia menepis anggapan adanya pembahasan serius terkait pergantian Sekjen, meski isu itu sempat menguat di kalangan pengurus daerah. Menurutnya, dinamika tersebut tidak perlu dibesar-besarkan karena fokus utama partai saat ini adalah konsolidasi.

Di tengah sorotan tersebut, Imam mengakui memang ada sejumlah pengurus yang belum aktif, termasuk Taj Yasin, Wakil Ketua Umum Agus Suparmanto, serta Wakil Bendahara Rusman Yakub. Meski begitu, ia optimistis kondisi itu bersifat sementara.

“Saya sangat berharap beliau bisa segera aktif dan duduk bersama kami untuk mempersiapkan PPP menghadapi Pemilu 2029,” katanya.

Imam juga memastikan komunikasi internal tetap berjalan. Ia mengaku masih menjalin kontak dengan Taj Yasin, termasuk melalui pesan singkat.

“Sejak SK diterbitkan saya sudah bertemu beliau. Bahkan sampai sekarang komunikasi masih terjalin, termasuk lewat WhatsApp,” ujarnya.

Terkait administrasi, ia menegaskan tidak ada hambatan berarti. Mekanisme organisasi, kata dia, memungkinkan tugas Sekjen diambil alih sementara oleh jajaran di bawahnya.

“Dalam aturan kami, jika Sekjen berhalangan, administrasi bisa ditandatangani oleh Wakasekjen. Jadi tidak mempengaruhi jalannya organisasi,” tegasnya.

Meski telah melalui proses rekonsiliasi pasca dualisme kepengurusan antara kubu Muhamad Mardiono dan kubu Agus Suparmanto–Taj Yasin, dinamika internal PPP dinilai belum sepenuhnya mereda. Desakan dari sejumlah DPW agar posisi Sekjen dievaluasi pun masih mengemuka.

Namun bagi Imam, isu tersebut bukan prioritas. Ia menegaskan seluruh kader kini diarahkan untuk memperkuat struktur partai demi target politik ke depan.

“Yang terpenting sekarang adalah bagaimana kami bisa semakin solid dan melengkapi kepengurusan sesuai AD/ART. Target kami jelas, kembali ke Senayan pada 2029,” tukasnya.

error: Content is protected !!