kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Tim SAR Gabungan Temukan Bagian Pesawat ATR 42-500, Pencarian Korban Terus Berlanjut

Tim SAR Gabungan Temukan Bagian Pesawat ATR 42-500, Pencarian Korban Terus Berlanjut
konferensi pers lintas instansi di bandar sultan Hasanuddin (Foto : Dwiki Luckianto Septiawan KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Tim SAR gabungan TNI, Polri, Basarnas, dan instansi terkait berhasil menemukan serpihan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang hilang kontak di kawasan Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung, Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan. Operasi pencarian darat dan udara terus diperkuat dengan 1.200 personel, helikopter Caracal, dan H-390, sementara posko SAR dipindahkan ke Desa Tompobulu untuk mempercepat koordinasi.

Tim SAR gabungan membagi pencarian menjadi empat sektor darat, sementara helikopter tetap siaga untuk pencarian udara. Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, menyatakan bahwa tim telah menemukan dua bagian besar pesawat, yakni badan dan ekor, beserta beberapa jendela. “Kurang dari 24 jam kami sudah menemukan lokasi jatuhnya pesawat. Tim darat dan udara bekerja secara terpadu, dengan memperhatikan safety di medan ekstrem dan berkabut,” jelasnya.

Kapolda Sulsel, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, menjelaskan posko SAR dipindahkan ke Kantor Desa Tompobulu, Pangkep. “Malam ini kita sudah membuat pos AJU dengan personel TNI-Polri untuk operasi penyelamatan korban. Rumah sakit Bhayangkara disiapkan sebagai rujukan untuk uji antem mortem, dan keluarga korban mulai diperiksa,” kata Djuhandhani.

Kepala Basarnas Makassar, Arif Anwar, menambahkan bahwa pencarian korban menjadi prioritas utama. “Pukul 08.02 tadi pagi, serpihan pesawat terlihat dari udara. Tim langsung melakukan pencarian korban, fokus utama kami adalah mereka yang masih bisa dievakuasi selamat,” ujarnya.

Tim SAR menggunakan kombinasi pencarian udara dan darat. Helikopter Caracal memantau medan yang terjal, sementara tim darat menelusuri puncak gunung dan lereng curam. Koordinasi antarposko dijaga dengan perangkat HT dan satelit Starlink portable. Pangdam Bangun Nawoko menekankan, “Jika cuaca memungkinkan, evakuasi korban akan dilakukan menggunakan helikopter. Jika tidak, korban akan dibawa ke pos besar di Desa Tompobulu.”

Tim SAR gabungan menegaskan prioritas mereka adalah keselamatan korban dan anggota tim. Operasi pencarian diharapkan terus berlangsung hingga seluruh serpihan dan korban berhasil ditemukan, dengan prosedur keselamatan sebagai prioritas utama.