kabarbursa.com
kabarbursa.com

Utang Pinjaman Online Tercatat Capai Rp94 Triliun

Utang Pinjaman Online Tercatat Capai Rp94 Triliun
Ilustrasi pinjaman online (Dok: Int)

KabarMakassar.com — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja industri pinjaman daring atau P2P fintech lending terus menunjukkan pertumbuhan. Hingga November 2025, outstanding pembiayaan pinjaman online (pinjol) tercatat mencapai Rp94,85 triliun.

Angka tersebut naik sebesar 2,07 persen secara bulanan (month to month) dan tumbuh sebanyak 25,4 persen secara tahunan (year on year).

Kepala Eksekutif Pengawasan Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, menyampaikan jika posisi outstanding pinjaman online pada November 2025 meningkat dibandingkan Oktober 2025 yang berada di level Rp92,92 triliun.

“Dalam industri pinjaman daring, outstanding pembiayaan pada November 2025 tumbuh sebanyak 25,45 persen secara tahunan dengan nominal tembus Rp94,85 triliun,” ujar Agusman, dikutip Minggu (11/01).

Ia menambahkan, pada periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu pada November 2024, outstanding utang fintech P2P lending masih tercatat sebanyak Rp75,6 triliun.

Selain industri pinjaman daring, kinerja sektor multifinance turut mencatatkan pertumbuhan.

Outstanding piutang pembiayaan perusahaan
multifinance per November 2025 mencapai Rp506,8 triliun.

Angka tersebut meningkat tipis dibandingkan posisi Oktober 2025 sebesar Rp505,3 triliun dan lebih tinggi jika dibandingkan November 2024 yang tercatat Rp501,3 triliun.

Sementara itu, industri pegadaian menunjukkan pertumbuhan signifikan. Penyaluran pembiayaan hingga November 2025 tercatat sebesar Rp125,44 triliun, melonjak tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak Rp87,79 triliun.

Seiring dengan peningkatan penyaluran pembiayaan, aset industri pegadaian juga mengalami kenaikan secara tahunan, dari Rp106 triliun menjadi Rp151,16 triliun per November 2025.

Di sisi lain, industri modal ventura juga mencatatkan pertumbuhan. Hingga November 2025, penyaluran pembiayaan mencapai Rp16,29 triliun, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp16,09 triliun.

Nilai aset perusahaan modal ventura turut naik secara year on year menjadi Rp27,12 triliun, dari sebelumnya Rp25,92 triliun.