KabarMakassar.com — Antusiasme pelari terhadap Makassar Half Marathon (MHM) 2026 kembali melonjak tajam.
Dalam satu jam pertama pembukaan pendaftaran, tercatat 5.500 peserta langsung mendaftar, dengan sekitar 5.000 transaksi berhasil masuk ke sistem.
Race Director MHM, Safrita Aryana, mengungkapkan bahwa lonjakan ini menunjukkan posisi Makassar Marathon yang kian kuat sebagai ajang lari bergengsi di kawasan Indonesia Timur.
“Dalam satu jam pertama itu langsung 5.500 pendaftar, Dengan jumlah sebesar itu, apalagi hari Minggu, kemungkinan ada perlambatan, tapi antusiasmenya tetap tinggi,” ujar Safrita, saat press launching MHM 2026 di Mall Ratu Indah Makassar, Minggu (11/01).
Menurut dia, tingginya minat membuat panitia mengimbau calon peserta segera melakukan pendaftaran sebelum kuota habis. Terlebih, pembukaan pendaftaran dilakukan pada akhir pekan yang berpotensi memperlambat proses transaksi.
Safrita menambahkan, dirinya telah terlibat dalam penyelenggaraan Makassar Marathon sejak 2022, sehingga tahun 2026 menjadi tahun kelimanya bersama event tersebut. Ia menilai, peningkatan jumlah peserta dari tahun ke tahun menjadi indikator kuat bahwa Makassar Marathon semakin diterima komunitas lari nasional.
“Saya sangat mendukung agar Makassar Marathon terus dieksekusi dengan baik dan semakin mengukuhkan diri sebagai rujukan para pelari di Indonesia Timur,” ucapnya.
Ia juga menegaskan bahwa Makassar Marathon saat ini merupakan satu-satunya race di kawasan Indonesia Timur yang rutenya telah tersertifikasi. Ke depan, panitia menargetkan peningkatan level secara bertahap agar dapat menuju status sanctioned race hingga diakui secara internasional.
“Lebih baik kita upgrade secara perlahan tapi pasti, daripada terburu-buru namun justru menyulitkan di lapangan,” katanya.
Makassar Marathon 2026 dijadwalkan berlangsung pada 30–31 Mei 2026 di kawasan Pantai Losari, dengan rangkaian kegiatan meliputi expo, mini race, hingga race day. Selain menjadi ajang olahraga, event ini juga diproyeksikan memberi dampak ekonomi signifikan bagi Kota Makassar melalui sektor perhotelan, kuliner, transportasi, dan UMKM lokal.














