KabarMakassar.com — Tingkat sosialisasi program seragam sekolah gratis Pemerintah Kota Makassar dinilai belum maksimal sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2025.
Hasil survei Parameter Publik Indonesia (PPI) menunjukkan baru sekitar 60 persen masyarakat yang mengetahui keberadaan program tersebut.
Direktur Eksekutif PPI, Ras M, menyampaikan bahwa angka awareness itu menggambarkan informasi program belum sepenuhnya menjangkau seluruh lapisan warga.
“Awareness publik terhadap program seragam sekolah gratis masih di angka kurang lebih 60 persen. Artinya dari 10 orang, baru enam yang mengetahui program ini,” ujarnya dalam pemaparan hasil survei Setahun Kepemimpinan Walikota Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, di hotel Mercure, Kamis (19/02).
Meski tingkat pengetahuan masyarakat masih terbatas, respons warga yang telah mengetahui program tersebut justru sangat positif. Survei mencatat tingkat kepuasan publik mendekati 90 persen.
“Sebanyak 89,5 persen responden yang mengetahui program ini menyatakan puas terhadap pelaksanaannya di lapangan,” kata Ras.
Survei PPI dilakukan pada 5–14 Februari 2026 melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner terstruktur. Sebanyak 600 responden dilibatkan yang tersebar di 15 kecamatan di Kota Makassar dengan metode multi-stage random sampling, tingkat kepercayaan 95 persen, dan margin of error 4,08 persen.
PPI menilai tingginya kepuasan menunjukkan program seragam gratis diterima baik masyarakat, namun penguatan sosialisasi tetap dibutuhkan agar manfaatnya dirasakan lebih luas.
“Tentu sosialisasi masih perlu dikuatkan dengan angka tersebut,” tukasnya.














