kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

MUI Kutuk Serangan Israel-AS terhadap Iran

MUI Kutuk Serangan Israel-AS terhadap Iran
Asap mengepul setelah terjadi ledakan, menyusul serangan yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran, di Teheran (dok. Ist)

KabarMakassar.com — Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Tausiyah terkait eskalasi serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran. Pernyataan bernomor Kep-28/DP-MUI/III/2026 itu diterbitkan pada 1 Maret 2026 menyusul pengumuman Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai serangan militer terhadap Iran.

Dalam pernyataannya, MUI menyampaikan duka atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei akibat serangan tersebut pada 28 Februari 2026.

“Kita menyampaikan Inna lillahi wa Inna ilaihi raji’un. Sebagai syahada, kita doakan semoga menjadi penghuni surga, Aamin,” tulis MUI dalam tausiyahnya.

MUI mengutuk serangan Israel yang didukung Amerika Serikat karena dinilai bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan Pembukaan UUD 1945 yaitu ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Selain itu, MUI menyebut, serangan balasan Iran ke negara Teluk merupakan respons atas serangan yang lebih dahulu dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap pangkalan militer.

Oleh karena itu, MUI meminta serangan tersebut harus dihentikan karena serangan ini bertentangan dengan pasal 2 (4) Deklarasi PBB.

“Deklarasi PBB menyebutkan bahwa semua Negara Anggota wajib menahan diri dalam hubungan internasional mereka dari ancaman atau penggunaan kekerasan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik negara manapun atau dengan cara lain yang tidak sesuai dengan tujuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),” jelas MUI.

MUI menilai serangan militer Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran yang kemudian dibalas Iran merupakan eskalasi serius dan berpotensi menyeret kawasan Timur Tengah ke dalam konflik terbuka yang lebih luas.

“Situasi ini tidak boleh dipandang sebagai insiden terpisah melainkan bagian dari konfigurasi geopolitik yang lebih besar ini adalah tugas dan tanggung jawab semua negara untuk mewujudkan perdamaian agar dapat melakukan perlindungan maksimal terhadap warga sipil,” tegasnya.

Dalam Tausiyah tersebut, MUI juga menduga terdapat motif strategis di balik serangan itu sebagai upaya melemahkan posisi Iran dan membatasi dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.

“Motif strategis di balik serangan ini patut diduga sebagai upaya sistematis melemahkan posisi strategis Iran di kawasan, sekaligus membatasi dukungan Iran terhadap perjuangan untuk kemerdekaan Palestina,” pungkas MUI.

error: Content is protected !!