KabarMakassar.com — Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar kembali melakukan penyerahan temuan korban kecelakaan pesawat kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulawesi Selatan pada Rabu (21/1) malam.
Penyerahan kali ini merupakan penyerahan ketiga yang dilakukan Basarnas sejak operasi pencarian dan evakuasi berlangsung, dengan membawa tiga paket body part atau bagian tubuh korban beserta barang-barang pribadi hasil penyisiran di lokasi jatuhnya pesawat.
Penyerahan tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian operasi kemanusiaan untuk memastikan seluruh korban dapat teridentifikasi secara medis dan forensik. Tiga paket temuan itu dibawa langsung oleh tim Basarnas Makassar dan diserahkan ke pos post mortem DVI Biddokkes Polda Sulsel yang berlokasi di Jalan Kumala, Kota Makassar, dengan pengawalan ketat aparat kepolisian dan petugas medis.
Tiga paket yang diserahkan berisi body part korban serta sejumlah barang pribadi yang ditemukan di area pencarian.
Body part dan barang-barang tersebut merupakan hasil temuan tim SAR gabungan yang melakukan penyisiran intensif di sekitar lokasi jatuhnya pesawat di wilayah pegunungan Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan.
Setelah prosesi penyerahan selesai, seluruh paket langsung diterima oleh tim Disaster Victim Identification Biddokkes Polda Sulsel.
Tanpa menunda waktu, petugas DVI segera membawa seluruh temuan ke ruang identifikasi untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut. Proses identifikasi dilakukan secara menyeluruh dan ketat guna memastikan setiap bagian tubuh serta barang korban dapat dihubungkan dengan identitas yang tepat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, menjelaskan bahwa penyerahan ketiga ini merupakan hasil dari penyisiran intensif yang dilakukan tim SAR gabungan di lapangan.
Ia menyebutkan, proses pencarian melibatkan beberapa Search and Rescue Unit (SRU) darat yang difokuskan di sekitar lokasi badan dan ekor pesawat.
“Pada hari kelima operasi, tim SAR gabungan menemukan bagian tubuh korban berupa tulang serta sejumlah barang pribadi korban di beberapa titik pencarian. Seluruh temuan langsung diamankan sesuai prosedur,” kata Arif Anwar.
Ia menegaskan, setiap body part korban yang ditemukan diperlakukan sesuai dengan standar operasi kemanusiaan sebelum diserahkan kepada pihak berwenang. Menurutnya, proses penyerahan kepada tim DVI menjadi tahapan penting untuk memastikan keakuratan identifikasi korban.
“Penyerahan body part kepada tim DVI dilakukan guna proses identifikasi secara medis dan forensik, sehingga dapat dipastikan identitas korban secara akurat,” jelasnya.
Selain bagian tubuh korban, tim SAR gabungan juga menemukan berbagai barang pribadi milik korban di lokasi pencarian. Barang-barang tersebut meliputi laptop, telepon genggam, paspor, flash disk, kacamata, pouch, dokumen pribadi, serta sejumlah barang lainnya. Seluruh barang ditemukan di sekitar bangkai pesawat maupun di jalur evakuasi yang dilalui tim SAR selama operasi berlangsung.
“Seluruh barang temuan korban telah didata, diamankan, dan akan diserahkan kepada pihak berwenang sesuai mekanisme yang berlaku,” tambah Arif.
Ia juga menegaskan bahwa operasi pencarian dan evakuasi masih terus dilanjutkan hingga seluruh korban berhasil ditemukan. Operasi SAR ini melibatkan lebih dari seribu personel gabungan dari berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, hingga komunitas kemanusiaan. Seluruh personel didukung dengan peralatan darat dan udara untuk menjangkau medan pencarian yang sulit.
“Kami berkomitmen melaksanakan operasi ini secara profesional dan humanis. Fokus kami adalah menuntaskan pencarian seluruh korban serta memastikan setiap proses berjalan sesuai standar keselamatan dan prosedur,” tutupnya.














