KabarMakassar.com — Dinamika jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan kian menghangat menyusul munculnya nama Rahman Pina (RP) sebagai kandidat calon ketua.
Kemunculan figur baru tersebut mendapat respons positif dari politisi senior Golkar Sulsel, Kadir Halid, pada Rabu (21/01).
Kadir Halid menilai, bertambahnya nama calon dalam bursa Musda merupakan hal yang sehat bagi demokrasi internal partai. Menurutnya, Golkar sebagai partai besar harus membuka ruang seluas-luasnya bagi kader yang ingin maju dan bertarung secara fair.
“Bagus, bagus sekali. Artinya ikut meramaikan. Itu sesuatu yang positif dan luar biasa,” ujar Kadir Halid.
Anggota DPRD Sulsel yang juga menjabat Ketua Komisi D tersebut mengatakan, soal peluang kemenangan setiap kandidat sebaiknya diserahkan sepenuhnya pada mekanisme dan proses organisasi yang berlaku di Golkar.
“Kalau soal kans, itu kita kembalikan ke proses saja. Golkar punya mekanisme yang jelas,” katanya.
Kadir menegaskan, dirinya pada prinsipnya mendukung siapa pun kader Golkar yang siap maju dan bertanggung jawab memimpin partai di tingkat provinsi.
“Kita harus mendukung teman-teman kader yang maju dan siap bertarung di Musda ini,” tegasnya.
Nama Rahman Pina belakangan mencuat dan menjadi perbincangan di internal Golkar Sulsel. Ia bahkan disebut-sebut sebagai kandidat alternatif atau kuda hitam dalam perebutan kursi Ketua Golkar Sulsel.
Spekulasi tersebut menguat setelah Rahman Pina melakukan pertemuan langsung dan informal dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, pada 4 Januari 2026 lalu.
Pasca pertemuan itu, dinamika internal Golkar Sulsel ikut bergerak. Jadwal Musda yang sebelumnya direncanakan berlangsung pada akhir Januari 2026 dilaporkan mengalami penundaan.
Kondisi tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa Rahman Pina tengah dipertimbangkan sebagai salah satu figur strategis dalam peta kepemimpinan Golkar Sulawesi Selatan ke depan.














