kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Ini Sejarah dan Filosofi Masjid Raya Makassar

Ini Sejarah dan Filosofi Masjid Raya Makassar
(Foto : Andi Luthfia Alia Mufida, KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Masjid Raya Makassar memiliki sejarah panjang yang melibatkan peran penting tokoh agama dan pemerintahan. Hal tersebut disampaikan Imam Masjid Raya Makassar, Muhammad Syahril, saat menjelaskan proses pembangunan masjid yang kini menjadi salah satu ikon keislaman di Sulawesi Selatan, Selasa (27/1).

Syahril mengungkapkan, gagasan pembangunan Masjid Raya Makassar telah muncul sejak akhir dekade 1990-an. Pembangunan fisik masjid diawali dengan pembongkaran total bangunan lama pada tahun 1999.

“Peletakan batu pertama dilakukan pada tahun 1999 oleh Hj. Siti Palabuna. Selanjutnya, Masjid Raya Makassar diresmikan pada 25 Mei 2005 oleh Jusuf Kalla, yang saat itu menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia,” ujar Syahril.

Ia menjelaskan, pembangunan masjid ini tidak terlepas dari gagasan Kyai Aji Ahmad Bone, yang menjadi salah satu penggagas awal. Gagasan tersebut kemudian disampaikan kepada sejumlah tokoh untuk mendirikan masjid besar yang awalnya diberi nama Masjid Persatuan.

Dalam perjalanannya, Kyai Haji Muchtar Luthfi ditunjuk sebagai ketua pertama pembangunan Masjid Raya Makassar. Di bawah kepemimpinannya, panitia pembangunan menyelenggarakan sayembara desain masjid.

Dari sayembara tersebut, Ahmad Subarjo terpilih sebagai pemenang desain. Masjid Raya Makassar kemudian dibangun dengan konsep arsitektur yang unik dan sarat makna sejarah.

“Bentuk bangunan Masjid Raya Makassar terinspirasi dari pesawat pengebom B-29. Pada tahun 1948, masih banyak pesawat Belanda yang berada di Kota Makassar, sehingga memengaruhi konsep desain bangunan,” jelas Syahril.

Selain peran tokoh agama, pembangunan Masjid Raya Makassar juga mendapat dukungan dari unsur pemerintahan. Gubernur Sulawesi Selatan saat itu turut terlibat, termasuk Jusuf Kalla yang dipercaya sebagai bendahara dalam proses pembangunan masjid.

Hingga kini, Masjid Raya Makassar tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah umat Islam, tetapi juga menjadi simbol sejarah, persatuan, dan peran strategis umat Islam dalam perjalanan pembangunan Sulawesi Selatan. (Andi Luthfia Alia Mufida)