kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Baru Dilantik, Dekan Farmasi UMI Edukasi UMKM Papua Barat Soal Minyak Pala

Baru Dilantik, Dekan Farmasi UMI Edukasi UMKM Papua Barat Soal Minyak Pala
Dekan Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia (UMI), Prof. apt. Aktsar Roskiana Ahmad, Ph.D., (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Sehari pasca resmi menjabat sebagai Dekan Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia (UMI), Prof. apt. Aktsar Roskiana Ahmad, Ph.D., langsung tancap gas membagikan kepakarannya.

Ia hadir sebagai narasumber utama dalam forum penguatan kapasitas pelaku UMKM yang digelar di Makassar, Selasa (20/1).

Kegiatan bertajuk “Teknologi Penyulingan Minyak Pala dan Standar Mutu Produk Turunan untuk Daya Saing UMKM” ini menyasar 30 pelaku usaha asal Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat.

Penyelenggara acara adalah BBSPJIHPMM di bawah naungan Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI).

Dalam pemaparannya, Prof. Aktsar menekankan bahwa penguasaan teknologi tepat guna adalah kunci hilirisasi. Menurutnya, mutu produk yang konsisten adalah syarat mutlak agar komoditas lokal mampu menembus pasar internasional.

Guru Besar Farmasi UMI ini memberikan edukasi mendalam mengenai karakteristik produk turunan pala agar UMKM tidak salah dalam proses produksi dimana yakni Minyak Pala (Essential Oil) bersifat volatil (mudah menguap) dan diperoleh melalui proses distilasi/penyulingan dan digunakan luas di industri farmasi dan kosmetik.

Sementara itu, Lemak Pala (Nutmeg Butter) bersifat non-volatil dan diperoleh melalui ekstraksi atau teknik pengepresan.

Menutup materinya, Prof. Aktsar menggarisbawahi bahwa kemajuan ekonomi di daerah seperti Papua Barat memerlukan sinergi dari empat pilar yakni UMKM, Pemerintah Daerah, Sektor Swasta, dan Perguruan Tinggi.

Harapannya sebagai dekan mendorong hilirisasi hasil riset yang berdampak bagi seluruh lapisan

“Kolaborasi ini akan menciptakan ekosistem ekonomi yang kuat. Jika hilirisasi ini berjalan lancar, dampak kesejahteraannya akan dirasakan langsung oleh masyarakat di daerah,” pungkasnya.