KabarMakassar.com — Harga telur di sejumlah pasar tradisional di Kota Makassar mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir.
Pedagang di Pasar Terong menyebut lonjakan harga bukan dipicu momentum Ramadan, melainkan meningkatnya permintaan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) milik pemerintah pusat.
Salah satu pedagang telur di Pasar Terong, Haidir, mengungkapkan harga telur ayam ras sebelumnya berada di kisaran Rp52 ribu per rak. Namun dalam sepekan terakhir naik menjadi sekitar Rp58 ribu per rak.
“Bukan karena Ramadan sebenarnya karena permintaan telur terus naik semenjak MBG. Permintaan naik karena MBG, jadi harga ikut terdorong naik setiap pekan,” kata Haidir saat ditemui di Pasar Terong, Makassar, Senin (09/02).
Menurutnya, pasokan telur ke Makassar sejauh ini masih cukup, bahkan sebagian besar berasal dari daerah sentra produksi seperti Sidrap. Meski suplai terbilang aman, tingginya permintaan membuat harga di tingkat pedagang tetap mengalami penyesuaian.
Ia menuturkan, peningkatan pembelian juga terlihat dari jumlah telur yang terjual setiap hari. Jika pada hari biasa ia hanya menjual sekitar 70 rak, selama Ramadan jumlahnya meningkat.
“Alhamdulillah pembelian banyak. Biasanya sekitar 70 rak, sekarang lebih ramai karena permintaan tinggi untuk pasukan rumah saat ramadan dan MBG,” ujarnya.
Tak hanya telur ayam ras, sejumlah jenis telur lainnya juga mengalami kenaikan harga. Telur bebek kini dijual sekitar Rp85 ribu per rak. Sementara telur puyuh yang sebelumnya berada di kisaran Rp35 ribu, kini rata-rata mencapai Rp48 ribu.
Meski kenaikan harga berdampak positif pada pendapatan pedagang, Haidir mengaku banyak pelanggan yang mulai mengeluhkan harga telur yang terus merangkak naik dalam beberapa hari terakhir.
“Pembeli juga banyak yang mengeluh karena harganya naik. Tapi memang permintaan lagi tinggi,” tukasnya.














