kabarbursa.com
kabarbursa.com

Jelang Musda, Golkar Sulsel Bakal Boyong Pakar Hukum dan MPR Bahas Pilkada

Jelang Musda, Golkar Sulsel Bakal Boyong Pakar Hukum dan MPR Bahas Pilkada
Kantor DPD I Golkar Sulsel (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Partai Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel) mulai mengunci arah politik menuju Pemilu dan Pilkada Serentak 2029.

Jelang Musyawarah Daerah (Musda) XI, forum strategis disiapkan dengan menghadirkan akademisi dan tokoh nasional untuk membedah peta kekuatan politik ke depan.

Steering Committee (SC) Musda XI DPD I Golkar Sulsel menjadwalkan dialog politik tersebut pada Senin, 20 April 2026, di Aula Kantor Golkar Sulsel, Jalan Botolempangan, Makassar.

Sekretaris SC Musda, Nasruddin Upel, menegaskan forum ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari konsolidasi serius menghadapi kontestasi 2029.

“Ini ruang penguatan perspektif kader. Kita ingin membaca arah politik sejak dini dan menyiapkan strategi yang matang,” ujar Upel, Minggu (19/04).

Dialog tersebut bertema Isu Aktual Menuju Pemilu & Pilkada Serentak 2029 itu akan menghadirkan Wakil Ketua Kajian Ketatanegaraan MPR RI, Ajiep Padindang, serta Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Andi Pangerang Moentha. Sementara peran moderator dipegang oleh Anugerah Amir.

Menurut Upel, kegiatan ini juga menjadi bagian penting dalam rangkaian Musda XI untuk memperkuat soliditas internal sekaligus memperkaya wawasan kader di tengah dinamika politik nasional yang terus berubah.

“Momentum Musda harus dimanfaatkan untuk menyatukan visi dan memperkuat kesiapan menghadapi agenda politik besar ke depan,” tegasnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan dialog tersebut mengacu pada sejumlah regulasi internal partai, mulai dari hasil keputusan Musyawarah Nasional hingga surat keputusan terbaru DPP dan DPD Golkar terkait struktur kepengurusan dan pelaksanaan Musda.

Upel berharap, forum ini mampu melahirkan rekomendasi strategis yang tidak hanya memperkuat posisi Golkar di Sulsel, tetapi juga menjadi bekal menghadapi pertarungan politik nasional 2029.

“Kami ingin kader tidak hanya siap secara struktural, tapi juga matang secara pemikiran dalam membaca tantangan politik ke depan,” tukasnya.

error: Content is protected !!