KabarMakassar.com — Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi swasta terdepan di Kota Makassar.
Dalam pemeringkatan EduRank 2026, UMI berada pada peringkat 114 nasional, peringkat 2.999 di Asia, dan peringkat 4 sekaligus menjadi PTS dengan posisi tertinggi di Kota Makassar.
Dalam konteks Kota Makassar, posisi tiga besar masih ditempati oleh perguruan tinggi negeri, yaitu Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Makassar, dan UIN Alauddin Makassar. Sementara itu, UMI berada tepat setelahnya sebagai perguruan tinggi swasta dengan capaian tertinggi, sekaligus memperlihatkan keseimbangan ekosistem pendidikan tinggi yang saling menguatkan.
Di antara perguruan tinggi swasta, UMI berada dalam posisi terdepan, diikuti oleh sejumlah kampus lain yang juga terus berkembang dan berkontribusi dalam dunia pendidikan tinggi di Makassar.
Hal ini menunjukkan bahwa kompetisi yang sehat antar perguruan tinggi justru menjadi energi bersama untuk meningkatkan mutu pendidikan dan layanan kepada masyarakat.
Diketahui, dalam pendekatan metodologi EduRank, pemeringkatan didasarkan pada kinerja riset (publikasi dan sitasi), reputasi non-akademik serta dampak alumni.
Capaian UMI dalam indikator tersebut memperlihatkan bahwa universitas tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga hadir sebagai bagian dari solusi nyata bagi masyarakat.
Capaian ini menegaskan bahwa di tengah dinamika dan persaingan yang semakin terbuka, UMI mampu menjaga stabilitas sekaligus memperkuat reputasinya secara berkelanjutan baik di tingkat lokal, nasional, maupun regional Asia.
Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, SH., MH., menyampaikan bahwa capaian ini bukan untuk dibanggakan secara berlebihan, melainkan untuk disyukuri dan dijadikan penguat langkah ke depan.
Menurutnya, capaian ini bukan sekedar angka tapi mencerminkan kekuatan UMI sebagai kampus yang tertib dalam tata kelola, aman bagi mahasiswa, solutif dalam kebijakan, serta dekat dengan realitas masyarakat. Sebuah posisi yang tidak hanya dibangun oleh sistem, tetapi oleh nilai, kebersamaan, dan kepercayaan yang terus dijaga.
“Capaian ini bukan semata-mata tentang peringkat. Ini adalah amanah dari masyarakat yang mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada Universitas Muslim Indonesia. Amanah ini yang harus kami jaga dengan kerja yang lebih baik, lebih jujur, dan lebih berdampak,” ungkapnya, Minggu (29/3)
Rektor UMI juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada masyarakat luas.
“Kami menyampaikan terima kasih yang tulus kepada masyarakat yang terus memberikan kepercayaan kepada UMI. Kepercayaan itu adalah energi terbesar kami untuk terus berbenah, memperbaiki diri, dan menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga bermakna,” sambungnya
Pihaknya menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika.
“UMI tidak dibangun oleh satu orang, tetapi oleh kebersamaan. Oleh dosen yang terus mengajar dengan hati, tenaga kependidikan yang melayani dengan ketulusan, mahasiswa yang berjuang dengan tekad, serta seluruh keluarga besar UMI yang saling menguatkan,” tegasnya
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga besar UMI yang terus bahu-membahu menjaga reputasi, membangun sistem yang lebih baik, dan memastikan bahwa UMI semakin berdampak bagi masyarakat,” jelasnya














