kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Indonesia Pasang Target Ambisius jadi Lumbung Dunia Ditengah Konflik Global

Indonesia Pasang Target Ambisius jadi Lumbung Dunia Ditengah Konflik Global
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Ancaman krisis pangan global kian nyata seiring memanasnya konflik geopolitik dan lonjakan harga energi.

Di tengah tekanan tersebut, Indonesia justru memasang target ambisius memperkuat swasembada sekaligus mengarah menjadi lumbung pangan dunia.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa situasi global saat ini tidak bisa dianggap biasa. Gangguan rantai pasok, mahalnya logistik, hingga ketidakpastian jalur distribusi menjadi faktor utama yang berpotensi memicu krisis pangan baru di berbagai negara.

“Setiap negara harus memperkuat ketahanan pangannya dan tidak boleh bergantung pada negara lain,” tegasnya dalam keterangan tertulis, Rabu (25/03).

Ia mengingatkan, konflik di berbagai kawasan, termasuk ketegangan di Timur Tengah, berpotensi memperluas jumlah penduduk dunia yang mengalami kerawanan pangan. Jika eskalasi berlanjut, jutaan orang terancam terdampak, melengkapi ratusan juta lainnya yang lebih dulu berada dalam kondisi rentan.

Menurut Amran, dampak konflik tidak hanya dirasakan di wilayah perang, tetapi menjalar melalui rantai pasok global. Negara yang bergantung pada impor pangan menjadi pihak paling rentan terhadap lonjakan harga dan kelangkaan pasokan.

“Kalau terjadi krisis global, yang paling aman adalah negara yang mampu memproduksi pangannya sendiri. Itu sebabnya kita harus memperkuat produksi dalam negeri,” ujarnya.

Di tengah situasi tersebut, pemerintah dinilai berada di jalur yang tepat dengan memperkuat fondasi sektor pertanian. Berbagai program dijalankan, tidak hanya untuk meningkatkan produksi, tetapi juga membangun sistem pertanian yang modern dan berkelanjutan.

Strategi yang ditempuh mencakup intensifikasi melalui penggunaan benih unggul, mekanisasi, dan peningkatan indeks pertanaman. Di sisi lain, ekstensifikasi dilakukan lewat pembukaan lahan baru, termasuk cetak sawah dan optimalisasi lahan rawa.

Hasilnya, Indonesia disebut telah menunjukkan capaian positif menuju swasembada pangan dalam beberapa komoditas strategis.

“Kita harus optimistis. Indonesia punya sumber daya besar. Kalau dimaksimalkan, swasembada bukan mimpi, lumbung pangan dunia juga bukan hal mustahil,” kata Amran.

Ia menegaskan, kunci keberlanjutan program tersebut terletak pada deregulasi dan transformasi pertanian dari sistem tradisional menuju modern. Langkah itu dinilai penting agar produksi nasional tetap stabil di tengah tekanan global.

“Mandiri mutlak, swasembada mutlak. Produksi harus meningkat signifikan melalui modernisasi dan pembenahan regulasi,” tukasnya.

error: Content is protected !!