kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Seluruh Kasus Positif Campak di Sulsel Dinyatakan Sembuh

Seluruh Kasus Positif Campak di Sulsel Dinyatakan Sembuh
ilustrasi penyakit campak (dok. Ist)

KabarMakassar.com — Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan memastikan seluruh pasien positif campak yang tercatat sejak awal tahun 2026 telah dinyatakan sembuh.

Total sebanyak 169 kasus positif campak yang sebelumnya ditemukan kini tidak lagi menyisakan pasien dalam perawatan. Kepastian ini disampaikan setelah dilakukan konfirmasi terhadap seluruh kabupaten dan kota yang melaporkan kasus.

“Per tanggal 14 April hari ini, kita sudah konfirmasi kabupaten/kota, semua pasiennya sudah dinyatakan sembuh. Itu total kan dari Januari sampai April 2026 ada 169 kasus positif, itu sudah sembuh semua,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr. Evi Mustikawati Arifin, Selasa, (14/2/2026).

Kasus positif campak tersebut sebelumnya tercatat tersebar di tujuh daerah di Sulawesi Selatan. Wilayah yang melaporkan kasus antara lain Makassar, Jeneponto, Makassar, Wajo, Sinjai, Luwu, dan Luwu Timur.

Penyebaran kasus di beberapa wilayah tersebut sempat menjadi perhatian. Namun, seluruh pasien kini telah dinyatakan pulih setelah menjalani penanganan medis.

Selain kasus positif, sebelumnya Dinas Kesehatan Sulsel juga mencatat jumlah kasus suspek campak yang cukup tinggi hingga April 2026. Total kasus suspek yang dilaporkan mencapai sekitar 1.304 kasus di berbagai daerah.

Dari jumlah tersebut, hanya sebagian yang terkonfirmasi positif setelah melalui pemeriksaan medis. Pemerintah menilai pentingnya pengawasan terhadap kasus suspek sebagai langkah awal pengendalian penyakit.

Ivi menjelaskan bahwa setiap pasien yang dinyatakan positif campak mendapatkan penanganan sesuai standar medis yang berlaku. Penanganan tersebut mencakup pemberian obat dan pemantauan kondisi pasien hingga dinyatakan pulih.

Selain pengobatan, pemerintah juga memperkuat langkah-langkah pencegahan untuk menekan risiko penularan lanjutan. Upaya tersebut dilakukan secara terkoordinasi antara fasilitas kesehatan dan pemerintah daerah.

“Kalau positif, tentu kan kita lakukan pengobatan. Namun yang paling penting adalah upaya-upaya dalam penanganan untuk mencegah kejadian luar biasa itu,” pungkasnya.

error: Content is protected !!