KabarMakassar.com — Fenomena maraknya oknum yang mengatasnamakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Takalar dalam berbagai aktivitas belakangan ini menjadi perhatian serius internal organisasi. Kondisi tersebut dinilai tidak hanya menyangkut aspek administratif, tetapi juga menyentuh integritas dan marwah organisasi mahasiswa tersebut.
Ketua HMI Cabang Takalar, Aditya Kerap yang akrab disapa Cokas, menegaskan bahwa setiap kegiatan yang membawa nama HMI harus melalui mekanisme konfirmasi dan legitimasi resmi dari pimpinan cabang.
Menurutnya, penggunaan nama organisasi tanpa dasar yang jelas berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik serta merusak kepercayaan terhadap gerakan mahasiswa.
“Setiap aktivitas yang mengatasnamakan HMI Cabang Takalar wajib terlebih dahulu dikonfirmasi kepada Ketua Umum melalui jalur komunikasi resmi organisasi,” tegas Aditya Kerap.
Ia menjelaskan, konfirmasi tersebut dapat dilakukan melalui surat resmi, komunikasi personal yang terverifikasi, maupun forum organisasi yang sah. Hal ini penting untuk memastikan setiap kegiatan berada dalam sepengetahuan dan persetujuan pimpinan cabang.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa komunikasi yang terbangun dengan baik bukan hanya bersifat administratif, tetapi juga menjadi bagian dari konsolidasi gerakan organisasi.
“Dengan adanya koordinasi yang jelas, setiap agenda akan selaras dengan visi, misi, dan nilai-nilai dasar perjuangan HMI,” tambahnya.
Menurutnya, hal tersebut juga berfungsi sebagai kontrol internal agar organisasi tetap berjalan sesuai koridor ideologis dan konstitusional.
HMI Cabang Takalar juga mengimbau seluruh kader untuk tidak memberikan ruang kepada pihak-pihak yang mencoba menggunakan nama organisasi tanpa legitimasi yang sah.
Sikap tegas tersebut, kata Aditya, bukan untuk membatasi gerak kader, melainkan untuk menjaga marwah serta kredibilitas HMI sebagai organisasi perjuangan yang memiliki tanggung jawab moral di tengah masyarakat.














