KabarMakassar.com — Sejumlah ruas jalan yang masuk dalam program Multi Years Project (MYP) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mulai memasuki tahap pengaspalan. Pekerjaan tersebut tersebar di beberapa kabupaten/kota dan masih berada pada tahapan awal di sebagian besar ruas.
Berdasarkan data Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, pekerjaan pada Paket 1 dan Paket 2 mulai menunjukkan perkembangan, meskipun progres di sejumlah ruas masih relatif kecil. Tahapan yang berlangsung saat ini meliputi pekerjaan dasar hingga persiapan sebelum pengaspalan dilakukan secara menyeluruh.
Kepala Bidang Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Muhammad Rosyadi, mengatakan pekerjaan pada beberapa paket mulai berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Paket 1 dan Paket 2 saat ini mulai bergerak, meskipun sebagian ruas masih berada pada tahap awal pengerjaan,” ujarnya, Jumat (03/04).
Pada Paket 1, ruas Ujung Lamuru–Palattae serta ruas Panciro–Batas Kota Makassar tercatat telah mencapai progres sekitar 0,309 persen. Sementara itu, ruas Tanete–Tanaberu saat ini masih dalam tahap pengerjaan bahu jalan sebagai bagian dari pekerjaan awal konstruksi.
Untuk Paket 2, ruas Batas Kota Makassar–Bonto Ramba dilaporkan telah mencapai progres sekitar 1,319 persen. Selain itu, pekerjaan juga berlangsung pada ruas Panciro–Batas Makassar yang saat ini masih dalam tahapan awal.
Di ruas Batas Gowa–Tondong, pekerjaan yang tengah dilakukan berupa overlay AC-BC atau pelapisan ulang aspal. Tahapan ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas permukaan jalan serta memperpanjang usia layanan jalan.
Sementara itu, progres pekerjaan pada Paket 3 sebelumnya juga telah diperbarui di Kabupaten Sidenreng Rappang. Dua ruas jalan di wilayah tersebut telah memasuki tahap pengaspalan dasar hingga pelapisan akhir.
“Ruas Pangkajene Sidrap–Rappang sedang dalam proses pengerjaan aspal dasar dan pelapisan akhir. Sementara itu, pekerjaan serupa juga berlangsung pada ruas Batas Sidrap–Malimpung,” kata Rosyadi.
Selain pengaspalan, pekerjaan bahu jalan juga dilakukan di sejumlah ruas sebagai bagian dari peningkatan keselamatan pengguna jalan. Pekerjaan ini menjadi bagian dari tahapan konstruksi yang dilakukan bersamaan dengan peningkatan kualitas badan jalan.
Rosyadi menyebutkan panjang ruas Batas Sidrap–Malimpung mencapai sekitar 4,90 kilometer, sementara ruas Pangkajene Sidrap–Rappang sepanjang 9,30 kilometer. Kedua ruas tersebut merupakan jalur penghubung yang memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat di wilayah tersebut.
Berdasarkan data terbaru, progres pekerjaan ruas Batas Sidrap–Malimpung telah mencapai sekitar 7,83 persen. Sementara itu, progres pada ruas Pangkajene Sidrap–Rappang tercatat mencapai 12,44 persen.
Ruas-ruas yang ditangani dalam program MYP merupakan jalur penghubung antarwilayah yang selama ini menjadi akses utama masyarakat. Selain mendukung mobilitas harian, ruas tersebut juga digunakan untuk distribusi barang dan logistik.
Menurut Rosyadi, peningkatan kualitas jalan diharapkan dapat mendukung konektivitas antarwilayah yang selama ini menjadi kebutuhan utama masyarakat di daerah.
“Perbaikan infrastruktur jalan ini juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah di daerah,” tukasnya.














