KabarMakassar.com — Pemerintah pusat memastikan revitalisasi Terminal Daya Tipe A akan menggunakan sekitar 12 hektar lahan dari total hampir 14 hektar kawasan terminal yang ada saat ini.
Direktur Prasarana Transportasi Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Toni Tauladan, mengatakan kebutuhan lahan tersebut berdasarkan hasil identifikasi awal konsep pengembangan terminal.
“Rencana revitalisasi membutuhkan kurang lebih 12 hektar. Kita identifikasi kebutuhan minimal seperti gate kedatangan, area ramp check, ruang tunggu, hingga area pengendapan bus,” ujarnya saat rapat koordinasi di Balai Kota Makassar, Selasa (3/3).
Menurut Toni, Terminal Daya masih memiliki potensi permintaan angkutan antar kota antar provinsi (AKAP) yang besar. Data Ditjen Perhubungan Darat mencatat terdapat 35 perusahaan otobus dengan 236 armada AKAP berizin resmi yang aktif beroperasi di terminal tersebut.
“Ini menunjukkan bangkitan pergerakan penumpang masih tinggi. Karena itu, dukungan APBN diarahkan untuk rehabilitasi dan revitalisasi agar fungsi terminal lebih optimal,” jelasnya.
Ia menambahkan, proses revitalisasi masih menunggu penyelesaian penyerahan P3D (Personel, Pendanaan, Sarana dan Prasarana, serta Dokumen) dari Pemerintah Kota Makassar kepada Kemenhub. Sembari menunggu proses tersebut, pihaknya menyusun timeline pelaksanaan agar pekerjaan bisa segera berjalan setelah administrasi rampung.
Meski 12 hektar dialokasikan untuk pengembangan terminal tipe A, Toni memastikan tidak seluruh kawasan akan masuk skema P3D. Area di luar kebutuhan utama tetap dapat dikelola melalui kerja sama dengan Perumda Terminal guna mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
“Tidak seluruh lahan akan di-P3D-kan. Kerja sama yang sudah berjalan tetap bisa dilanjutkan agar pertumbuhan ekonomi di kawasan itu tidak terganggu,” tegasnya.
Selain fokus revitalisasi fisik, Kemenhub juga akan menurunkan tim pengawasan menjelang arus mudik Lebaran. Pemeriksaan ramp check dan uji kelaikan armada akan dilakukan untuk memastikan keselamatan penumpang tetap terjamin di tengah tingginya mobilitas.














