KabarMakassar.com — Banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kota Makassar saat Ramadan menuai perhatian dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Muchlis Misbah.
Ia meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Makassar (BPBD), Dinsos, hingga Dinas Kesehatan untuk tidak sekadar siaga, tetapi benar-benar hadir memberikan pelayanan maksimal kepada warga terdampak.
Diketahui, berdasarkan laporan resmi BPBD genangan air di Jalan Kecaping Raya, Kelurahan Manggala, mencapai 5 hingga 40 sentimeter. Akses kendaraan roda dua dan roda empat sempat lumpuh akibat tingginya air.
BPBD juga mencatat ratusan warga terpaksa mengungsi. Di Kecamatan Biringkanaya, sebanyak 232 jiwa atau 67 kepala keluarga mengungsi. Sementara di Manggala, 27 jiwa dari 7 kepala keluarga terdampak dan harus meninggalkan rumah mereka.
Muchlis menegaskan, situasi ini membutuhkan respons terpadu, khususnya dari Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan BPBD.
“Pemerintah kota melalui Dinas Sosial, BPBD, dan Dinas Kesehatan harus turun langsung memberikan pelayanan maksimal. Ini bulan suci Ramadan, momen terbaik untuk berbuat kebaikan kepada masyarakat yang sedang membutuhkan,” tegas Politisi Hanura itu.
“Kami di DPRD tahu kalau pemerintah kota pasti sigap turun ke lokasi, tapi ini situasinya berbeda karena berada di hulan suci Ramadan, jadi harus benar-benar hadir agar masyarakat bisa menikmati moment suci ini meski di tempat pengungsian,” tambahnya.
Ia secara khusus menyoroti pentingnya keterlibatan Dinas Kesehatan dalam penanganan pengungsi. Menurutnya, risiko penyakit di lokasi banjir tidak boleh diabaikan sehingga harus selalu siaga.
“Jangan sampai ada warga yang sakit, alergi, atau mengalami gangguan kesehatan karena kondisi banjir. Kehadiran tenaga medis sangat penting agar warga merasa aman,” ujarnya.
Selain penanganan darurat, Muchlis juga berharap intensitas hujan segera mereda agar warga bisa kembali ke rumah dan menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang.
“Harapan kita hujan tidak terlalu deras lagi sehingga warga bisa pulang, sahur dan berbuka di rumah masing-masing, serta menyambut Lebaran dengan lebih tenang,” katanya.
Di sisi lain, ia mengapresiasi langkah cepat Dinas Pendidikan yang mengeluarkan surat edaran meliburkan sekolah demi keselamatan siswa.
“Kebijakan meliburkan sekolah sangat tepat. Dalam kondisi banjir seperti ini, apalagi di bulan Ramadan, anak-anak lebih aman berada di rumah daripada menghadapi risiko di jalan,” tukas Muchlis.














