kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Kemenag Targetkan Rp4,5 Triliun BOP RA dan BOS Madrasah Cair Sebelum Lebaran

Kemenag Targetkan Rp4,5 Triliun BOP RA dan BOS Madrasah Cair Sebelum Lebaran
Menteri Agama, Nasaruddin Umar (Dok. Ist)

KabarMakassar.com — Kementerian Agama menargetkan pencairan dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Raudhatul Athfal dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Madrasah Tahap I Tahun Anggaran 2026 rampung sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Dana tersebut diharapkan sudah masuk ke rekening penerima agar aktivitas pendidikan tetap berjalan tanpa hambatan menjelang Lebaran.

Penyaluran bantuan operasional ini menjadi bagian dari agenda prioritas pemerintah pada awal tahun anggaran.

Momentum menjelang hari raya dinilai krusial karena kebutuhan operasional lembaga pendidikan biasanya meningkat.

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa pencairan BOP RA dan BOS Madrasah tidak sekadar rutinitas tahunan.

Menurutnya, kebijakan ini merupakan strategi untuk menjaga stabilitas penyelenggaraan pendidikan Islam di seluruh daerah.

Ia menilai keberlangsungan operasional madrasah harus menjadi perhatian bersama, terutama dalam periode menjelang hari besar keagamaan. Pemerintah ingin memastikan tidak ada gangguan pada proses belajar mengajar.

“Target kami jelas, sebelum Idul Fitri dana sudah terealisasi. Lembaga tidak boleh terganggu aktivitasnya,” ujar Menag Nasaruddin Umar, Selasa (24/02).

Dia juga menekankan bahwa perhatian pemerintah terhadap sektor pendidikan terus diperkuat. Dukungan anggaran ini disebut sebagai wujud komitmen negara dalam meningkatkan mutu pendidikan agama dan keagamaan.

Nasaruddin menyampaikan bahwa Presiden memberikan perhatian serius terhadap kesejahteraan guru serta keberlanjutan lembaga pendidikan.

Karena itu, pencairan bantuan operasional menjadi salah satu langkah konkret yang ditempuh pemerintah.

“Presiden Prabowo sangat memperhatikan guru dan pendidikan. Pencairan BOP RA dan BOS Madrasah menjadi bentuk dukungan pemerintah dalam mewujudkan pendidikan agama dan keagamaan yang bermutu,” sambungnya.

Pada tahap pertama tahun anggaran 2026, total dana yang akan dicairkan mencapai Rp4,5 triliun. Anggaran tersebut terbagi atas Rp428 miliar untuk BOP RA dan Rp4,1 triliun untuk BOS Madrasah.

Besaran anggaran ini dialokasikan untuk mendukung kebutuhan operasional lembaga pendidikan Islam di berbagai tingkatan. Pemerintah berharap dana tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran.

“Anggaran ini diperuntukkan bagi sekitar 31ribu RA dan 52ribu madrasah swasta” jelasnya.

Dengan pencairan yang ditargetkan sebelum Lebaran, pemerintah berharap stabilitas kegiatan pendidikan tetap terjaga.

Selain itu, kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat kualitas layanan pendidikan serta memberikan rasa aman bagi para pengelola madrasah dalam menjalankan tugasnya.