KabarMakassar.com — Mahasiswa UIN Alauddin Makassar, Yoga Saputra, meraih Juara 1 Esai Ilmiah Nasional dalam rangka HUT ke-58 Fraksi Partai Golkar.
Yoga merupakan mahasiswa Prodi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah dan Hukum. Yoga keluar sebagai juara lewat esai berjudul From Thread to Bill.
Dalam tulisannya, Yoga menawarkan mekanisme agar diskursus digital anak muda tidak berhenti sebagai perbincangan viral semata, tetapi bisa ditransformasikan menjadi produk kebijakan.
Ia menyoroti fenomena isu di media sosial yang kerap ramai sesaat, lalu menghilang tanpa tindak lanjut dalam proses legislasi formal.
Melalui konsep From Thread to Bill, Yoga mengusulkan arsitektur kelembagaan untuk menangkap, mengkurasi, dan mengolah aspirasi digital menjadi rancangan kebijakan yang lebih terstruktur dan dapat diproses secara resmi.
“Banyak gagasan cemerlang anak muda di media sosial berhenti sebagai tren sesaat. From Thread to Bill lahir dari kegelisahan itu. Kita butuh jembatan yang konkret agar diskursus digital tidak hanya viral, tetapi juga bertransformasi menjadi kebijakan yang berdampak,” ujar Yoga, di Makassar, Selasa (24/2).
Kompetisi ini diikuti 201 peserta dari kalangan pelajar dan mahasiswa se-Indonesia. Lomba dimulai pada 31 Januari 2026.
Pada 10 Februari 2026, Yoga masuk 20 besar finalis dan melaju ke tahap presentasi gagasan di hadapan dewan juri nasional.
Puncaknya, Yoga diumumkan sebagai Juara 1 pada 13 Februari 2026. Dewan juri menilai gagasan Yoga visioner, relevan dengan perkembangan demokrasi digital, serta memiliki kedalaman analisis hukum dan kebijakan.
Ketua Jurusan Hukum Tatanegara UIN Alauddin Makassar, Andi Muhammad Akmal, mengapresiasi capaian tersebut. Ia menyebut prestasi Yoga membuktikan kapasitas akademik mahasiswa Hukum Tatanegara (Siyasah Syar’iyyah) UIN Alauddin Makassar di level nasional.
“Prestasi ini menjadi kebanggaan dan bukti mahasiswa kami mampu berkompetisi serta berkontribusi pada level nasional. Mengingat ananda Yoga masih semester tiga, kami optimistis potensinya masih sangat terbuka untuk terus dikembangkan,” katanya.
Sementara itu, Yoga menilai tahapan seleksi yang panjang dan ketat tidak hanya menguji kapasitas intelektual, tetapi juga konsistensi, kesiapan mental, serta kemampuan menyampaikan ide secara sistematis di hadapan tim penilai.
Ia menyebut setiap proses, mulai dari seleksi administrasi hingga diskusi kelompok dan wawancara, menjadi ruang pembelajaran yang memperkaya perspektifnya sebagai mahasiswa hukum.
“Bersaing dengan 201 peserta membuat saya semakin yakin bahwa kualitas gagasan harus ditopang riset, argumentasi hukum yang kokoh, dan keberanian mempertahankannya di ruang presentasi,” tuturnya.
Prestasi tersebut diharapkan bisa menginspirasi mahasiswa lain untuk terus menghadirkan gagasan yang solutif dan relevan dengan tantangan zaman, sekaligus mempertegas kontribusi UIN Alauddin Makassar dalam mendorong inovasi pemikiran di tingkat nasional.














