kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Pemerintah Terapkan Lartas, Target Swasembada Gula Dikejar Tahun Depan

Pemerintah Terapkan Lartas, Target Swasembada Gula Dikejar Tahun Depan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (dok. Ist)

KabarMakassar.com — Pemerintah menerapkan kebijakan Larangan dan Pembatasan (Lartas) untuk mengendalikan tata niaga gula sekaligus mempercepat pencapaian target swasembada gula nasional. Kebijakan tersebut diambil sebagai respons atas berbagai persoalan distribusi yang dinilai mengganggu stabilitas pasar gula domestik.

Selain pengendalian distribusi, pemerintah juga memperkuat berbagai langkah strategis guna meningkatkan produksi dan menjaga ketersediaan pasokan. Upaya ini diharapkan mampu menutup selisih antara produksi dan kebutuhan gula konsumsi dalam waktu dekat.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut penerapan Lartas menjadi bagian penting dari strategi pengendalian arus gula di dalam negeri. Kebijakan tersebut merupakan instruksi langsung Presiden untuk menutup celah penyimpangan distribusi gula yang merugikan petani dan industri dalam negeri.

Pemerintah menilai pembatasan distribusi menjadi langkah krusial agar pasar gula domestik dapat berjalan lebih tertib. Selain itu, keterlibatan berbagai pihak, termasuk badan usaha milik negara, dinilai penting untuk memastikan pengawasan berjalan optimal.

“Sehingga solusinya adalah Bapak Presiden perintahkan Lartas, larangan terbatas, dan itu sudah terbit. Kita harus memberi batasan, dan kami minta agar BUMN ikut di dalamnya. Supaya bisa dikontrol,” ujar Amran.

Selain pengendalian distribusi, pemerintah juga menargetkan percepatan swasembada gula konsumsi sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Saat ini produksi gula nasional berada pada kisaran 2,6 hingga 2,7 juta ton per tahun, sementara kebutuhan gula konsumsi mencapai sekitar 2,8 hingga 2,9 juta ton.

Selisih produksi yang relatif kecil dinilai menjadi peluang bagi pemerintah untuk segera mencapai swasembada gula dalam waktu dekat. Berbagai langkah strategis pun disiapkan untuk memastikan target tersebut dapat terealisasi sesuai rencana.

“Kita perbaiki tanaman. Itu mutlak tiga tahun berturut-turut, dan kalau kita lakukan, insyallah white sugar, swasembada paling lambat tahun depan,” tegasnya.

Pemerintah mencatat kebutuhan tambahan gula konsumsi saat ini berada pada kisaran 100 hingga 200 ribu ton per tahun. Kekurangan tersebut diharapkan dapat ditutup melalui peningkatan produktivitas tanaman serta pengendalian distribusi yang lebih ketat.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan berbagai program untuk memperkuat ekosistem industri gula nasional dari hulu hingga hilir. Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara produksi dan kebutuhan gula di dalam negeri.

“Berarti sisa 100–200 ribu ton lagi. Insya Allah paling lambat tahun depan kita selesaikan,” ujarnya.

Pemerintah menilai keberhasilan swasembada gula tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi, tetapi juga pada tata kelola distribusi yang tertib dan berpihak pada petani. Oleh karena itu, kebijakan Lartas dipandang sebagai bagian dari strategi besar untuk memastikan sistem distribusi berjalan secara adil dan transparan.

Pemerintah juga terus mendorong sinergi antarinstansi untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga gula di pasar domestik. Dengan kombinasi langkah pengendalian distribusi dan peningkatan produksi, pemerintah optimistis target swasembada gula dapat tercapai sesuai rencana.

“Terakhir adalah kita akan melakukan revitalisasi besar-besaran ke depan. Jadi itu solusi, dan kita ini tidak bisa sendirian. Ini perkolaborasi,” ujarnya.

error: Content is protected !!