KabarMakassar.com — Mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan 78 Posko 7 melakukan terobosan dalam pembinaan keagamaan di Dusun Cirowali, Desa Waetuwo, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo, Minggu (19/4).
Dalam Kegiatan tersebut, mereka resmi meluncurkan program Komunitas Fondasi Islam sekaligus menyalurkan 100 eksamplar Al-Qur’an.
Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Al-Abrar ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara mahasiswa KKN dengan Badan Waqaf Al-Qur’an (BWA) Cabang Makassar (Baruga Antang No. 9) serta Badan Waqaf Al-Qur’an Unit Sengkang.
Sebanyak 100 Al-Qur’an tersebut disalurkan secara merata kepada beberapa kelompok pengajian, di antaranya Majelis Ta’lim Nurul Ilmi, Majelis Ta’lim Jabal Nur, serta santri TKA-TPA Dusun Cirowali.
Langkah ini diambil sekaligus sebagai upaya nyata meningkatkan literasi Al-Qur’an dan memperkuat kualitas ibadah masyarakat setempat.
Koordinator Desa Posko 7, Nawiruddin Nasir, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran program kerja ini, terutama kepada pengurus Majelis Ta’lim.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ibu-ibu Majelis Ta’lim, terkhusus Majelis Ta’lim Nurul Ilmi yang telah menyambut baik program kerja kami, serta memfasilitasi dan mewadahi kegiatan ini,” ujar Nawiruddin. Selasa (21/4).
Selain kepada warga desa, Nawir juga memberikan penghormatan khusus kepada Badan Waqaf Al-Qur’an (BWA) yang telah memfasilitasi ketersediaan kitab suci tersebut bagi warga pedesaan di Wajo.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari BWA yang telah mendukung program kerja KKN melalui penyaluran Al-Qur’an ini,” tambahnya.
Melalui aktivasi Majelis Ta’lim dan pembentukan Komunitas Fondasi Islam, mahasiswa KKN berharap program ini tidak berhenti saat masa pengabdian mereka berakhir.
Kehadiran komunitas ini dirancang untuk menjadi wadah pembinaan keagamaan yang berkelanjutan bagi warga Dusun Cirowali.
Dengan ketersediaan Al-Qur’an yang baru dan berkualitas, masyarakat diharapkan semakin antusias dalam melaksanakan kegiatan belajar mengaji. Inisiatif ini menjadi bukti kontribusi nyata mahasiswa UIN Alauddin Makassar dalam memperkuat nilai-nilai spiritualitas di Desa Waetuwo.














