kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Kenaikan Avtur Picu Harga Tiket Naik, Wisata Sulsel Berpotensi Melambat

Kenaikan Avtur Picu Harga Tiket Naik, Wisata Sulsel Berpotensi Melambat
Kawasan wisata pembuatan kapal Phinisi di Bulukumba (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Kenaikan harga avtur yang berdampak pada meningkatnya tarif tiket pesawat hingga 13 persen diperkirakan akan memengaruhi sektor pariwisata di Sulawesi Selatan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menekan jumlah kunjungan wisatawan, terutama yang bergantung pada moda transportasi udara.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, mengatakan kenaikan harga tiket pesawat tidak hanya berdampak pada pariwisata di Sulawesi Selatan, tetapi juga akan dirasakan di berbagai daerah di Indonesia.

“Harga tiket naik 13 persen. Itu akan berpengaruh juga pada pariwisata di Sulsel, pasti. Bukan cuma di Sulsel, seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Menurut Jufri, pemerintah daerah perlu menyesuaikan strategi pengembangan pariwisata dengan kondisi tersebut. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memperkuat pasar wisata domestik dan wisata lokal yang tidak bergantung pada transportasi udara.

“Ya, itu kalau kita membidik pasar pariwisata, wisatawan nusantara, wisatawan mancanegara, tapi kan ada wisatawan lokal, orang-orang polda ‘pole daerah’, orang dari daerah masuk ke Makassar, atau orang dari Makassar ke Toraja dan seterusnya. Itu kan tidak perlu pakai penerbangan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pengembangan sektor pariwisata tidak hanya bergantung pada akses transportasi udara. Pemerintah daerah perlu fokus pada peningkatan infrastruktur darat agar mobilitas wisatawan tetap terjaga.

Menurutnya, pembangunan sektor pariwisata harus mengacu pada konsep pengembangan tiga komponen utama yang dikenal dengan istilah 3A. Ketiga komponen tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam menarik minat wisatawan untuk berkunjung.

“Dan tentu saja, ini seringkali saya katakan bahwa untuk membangun pariwisata itu kita harus membenahi 3A. A pertama adalah aksesibilitas, keterjangkauan, perbaiki jalan. Tidak saya cerita jalur penerbangan, karena mahal tiket, jadi perbaiki jalan,” sebut Jufri.

Selain aksesibilitas, ia juga menekankan pentingnya menghadirkan daya tarik wisata yang mampu menarik minat pengunjung. Pengembangan objek wisata maupun kegiatan pendukung dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan kunjungan wisatawan.

“A yang kedua adalah attraction. Apa yang bisa ditawarkan di sana, yang menarik untuk dikunjungi dan seterusnya, event-nya kah atau tempatnya,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya penyediaan fasilitas pendukung di kawasan wisata. Kelengkapan fasilitas, termasuk kebersihan lingkungan, dinilai menjadi faktor yang menentukan kenyamanan wisatawan selama berkunjung.

“Yang ketiga amenities, kelengkapan di tempat pariwisata. Apakah hotelnya, kebersihan tempat wisata dan seterusnya. Karena memang ada banyak tempat wisata yang menjual sekaligus menjual kekumuhan,” jelasnya.

Menurut Jufri, salah satu persoalan yang masih sering ditemukan di lokasi wisata adalah kurangnya fasilitas pendukung kebersihan. Kondisi tersebut dinilai dapat menurunkan kenyamanan wisatawan dan berdampak pada citra destinasi wisata.

“Orang cari tempat sampah setengah mati, turis-turis dilarang membuang sampah sembarangan tapi tidak ada tempat sampah yang disiapkan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pembenahan sektor pariwisata tidak hanya menjadi tanggung jawab dinas pariwisata. Pengembangan pariwisata dinilai memerlukan keterlibatan lintas sektor agar dapat berjalan secara optimal.

“Itu yang mesti kita benahi di Sulawesi Selatan. Ini tugasnya bukan tugas dinas pariwisata. Karena pariwisata itu adalah urusan pilihan,” sebut Jufri.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam konsep pemerintahan, sektor pariwisata termasuk dalam kategori urusan pilihan yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Sementara beberapa sektor lain justru menjadi tanggung jawab utama pemerintah untuk menjaga keberlangsungannya.

“Menurut teori pemerintah, urusan pilihan itu adalah urusan yang lebih akan berkembang kalau ditangani oleh, bukan pemerintah,” pungkasnya.

error: Content is protected !!