KabarMakassar.com –- Arus mudik Lebaran di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, kembali mencapai puncaknya.
Berdasarkan pantauan pada Senin sore hingga malam hari, kawasan Jembatan Belokallong menjadi titik paling krusial yang memicu kemacetan panjang bagi para pemudik yang melintasi jalur selatan.
Sebagai bagian dari jalan poros nasional, Jembatan Belokallong merupakan urat nadi utama yang menghubungkan Kota Makassar dengan lima wilayah strategis yaitu, Kabupaten Bantaeng, Bulukumba, Sinjai dan Selayar.
Tingginya volume kendaraan yang melintas di kawasan tersebut tidak sebanding dengan lebar jembatan yang ada saat ini. Akibatnya, terjadi penyempitan jalur (bottleneck) yang memaksa kendaraan melambat hingga nyaris tak bergerak pada jam-jam sibuk.
”Kondisi ini merupakan persoalan klasik yang berulang setiap tahun. Seluruh arus kendaraan dari arah Makassar maupun sebaliknya bertumpu pada satu titik ini saja,” ujar salah seorang pengendara yang melintasi lokasi tersebut, Senin (23/3).
Selain menghambat perjalanan pemudik, kemacetan di Belokallong juga mulai mengganggu jalur distribusi logistik antarwilayah. Masyarakat dan pengguna jalan kini mendesak pemerintah pusat serta provinsi untuk segera mengambil langkah konkret.
Misalnya saja kata Dia, pembangunan jembatan tambahan atau jembatan kembar dinilai sebagai solusi jangka panjang yang mendesak.
Menurutnya, tanpa adanya penambahan infrastruktur, Jembatan Belokallong akan terus menjadi momok kemacetan permanen setiap musim libur panjang.
“Saat satu infrastruktur dipaksa menanggung beban mobilitas dari lima wilayah sekaligus, kemacetan bukan lagi sebuah kemungkinan, melainkan kepastian yang harus dihadapi masyarakat setiap tahunnya. Oleh sebab itu, pemerintah harus memikirkan situasi ini,” harapnya.














