KabarMakassar.com — Penguatan UMKM yang ada di Indonesia, dinilai oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), membutuhkan pendekatan holistik. Ini berarti, bukan hanya mengenai pembiayaan UMKM namun juga berfokus pada literasi keuangan.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengungkapkan jika literasi keuangan yang dimaksud terkait dengan produk serta layanan Lembaga Jasa Keuangan, begitu pula dengan pendampingan hingga pengembangan kapasitas usaha.
Lebih lanjut, ia menyampaikan, penguatan pembiayaan UMKM lewat KUR serta rantai pasok menjadi hal yang saling melengkapi satu sama lain.
KUR memiliki peran strategis dalam menjangkau UMKM yang belum mempunyai rekam jejak kredit.
“Atau yang skala usahanya belum memungkinkan untuk masuk dalam rantai pasok, ini juga yang menjadi pintu masuk terhadap UMKM dalam membangun rekam jejak kredit agar bisa terintegrasi dengan ekosistem industri yang lebih luas,” terangnya, Selasa (17/03).
UMKM saat ini membutuhkan dukungan agar mampu terhubung ke dalam rantai pasok perusahaan besar, baik itu di pasar domestik maupun internasional.
Sebagaimana telah tertuang dalam POJK Nomor 19 Tahun 2025 yang secara ekspilit mendorong sinergi antara UMKM dengan perusahaan besar.
“Sebagai bagian dari ekosistem rantai pasok, juga mewajibkan lembaga jasa keuangan memberi akses pembiayaan yang mudah, tepat, murah, cepat, serta inklusif,” tuturnya.
Dian menyampaikan, OJK tengah mencermati konektivitas antara UMKM dengan perusahaan besar salah satunya yakni lewat pola penyaluran pembiayaan Lembaga Jasa Keuangan.
“Tren pembiayaan berbasis rantai pasok menunjukkan peningkatan, ini mencerminkan kian eratnya konektivitas antara UMKM serta perusahaan besar sebagai mitra usaha,” tukasnya.
“Penguatan koordinasi akan terus dilakukan dengan Kementerian/Lembaga dalam mewujudkan sinergi kebijakan pendukung ekosistem pengembangan UMKM,” ujarnya.
Ia menekankan, hal itu termasuk mendorong implementasi POJK Nomor 19 Tahun 2025 secara konsisten, memfasilitasi pengembangan skema pembiayaan berbasis rantai pasok yang lebih inovatif juga mendukung kebijakan insentif untuk perusahaan besar yang aktif untuk memberdayakan UMKM mitra binaannya.














