KabarMakassar.com — Menjelang Idulfitri jumlah penukar uang layak edar lewat layanan resmi dari Bank Indonesia (BI) tembus hingga 1.076.282 orang per 13 Maret 2026, atau setara dengan meningkat sebanyak 85,4 persen dibandingkan dengan 2025 lalu.
Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, Muh Anwar Bashori, menyampaikan, bahwa peningkatan itu seiring dengan antusiasme tinggi masyarakat dalam menukar uang rupiah jelang lebaran.
“BI kemudian memperluas jangkauan layanan penukaran dengan meningkatkan jumlah titik layanan dari 5.202 layanan pada tahun sebelumnya menjadi 9.294 layanan pada tahun ini,” ujarnya, dikutip Selasa (17/03).
Ia menyebut, dengan dilakukannya hal tersebut maka membuat akses masyarakat atas layanan penukaran kian luas serta mudah.
Besarnya animo dan perluasan layanan itu menunjukkan jika kebutuhan masyarakat atas uang pecahan kecil untuk tradisi berbagai seperti pemberian THR dan aktivitas ekonomi selama Ramadan dan Idulfitri masih sangat tinggi.
BI juga melaksanakan layanan penukaran tambahan yaitu SERAMBI Peduli Mudik yang digelar pada 16 hingga 17 Maret, dimana terdapat sebanyak 55 layanan yang tersebar diseluruh Indonesia.
Tercatat, jumlah kuota layanan tambahan tembus 11.900 paket penukaran.
Lebih lanjut, Anwar mengatakan, BI menjamin ketersediaan uang rupiah dalam jumlah yang cukup serta pecahan yang sesuai lewat berbagai kanal layanan resmi. Mulai dari kas keliling hingga perbankan.
“Masyarakat diimbau agar melakukan penukaran uang rupiah hanya melalui layanan resmi dari BI serta perbankan,” terangnya.
Tindakan tersebut ditegaskan sebagai salah satu upaya dalam menjamin keaslian uang serta keamanan transaksi sekaligus menghindari terjadinya penipuan yang bisa merugikan masyarakat.














