KabarMakassar.com — Pemerintah mulai menggeser pendekatan penanganan bencana dari pola reaktif ke sistem kesiapsiagaan berbasis masyarakat. Pengukuhan Tim Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Tamalanrea menjadi penegasan arah baru tersebut.
Pengukuhan disertai uji simulasi SOP sebagai bagian dari penguatan sistem deteksi dini dan respons cepat di wilayah rawan, digelar di Anjungan Tugu MNEK, Center Point of Indonesia (CPI), Senin (13/04),
Kepala Dinas Sosial Sulsel, Abdul Malik Faisal, menegaskan bahwa perubahan pola pikir dalam menghadapi bencana kini menjadi keharusan.
“Sudah saatnya kita meninggalkan pola lama, yaitu bertindak setelah bencana terjadi. Kita harus masuk ke tahap kesiapsiagaan dan mitigasi sebelum bencana datang,” tegasnya.
Ia menjelaskan, Tamalanrea dipilih sebagai titik penguatan berikutnya karena memiliki tingkat kepadatan penduduk tinggi serta posisi strategis yang rentan terhadap berbagai risiko, mulai dari banjir akibat luapan sungai dan rob hingga potensi bencana sosial.
Sebelumnya, pembentukan KSB telah dilakukan di Kecamatan Biringkanaya dan Manggala sebagai langkah awal memperkuat sistem perlindungan masyarakat di tingkat lokal.
Menurutnya, melalui simulasi SOP, pemerintah tengah membangun mekanisme yang mampu mencegah kepanikan saat bencana terjadi.
“Lewat simulasi ini kita ingin memastikan ada deteksi dini dan respons cepat. Tujuannya jelas, agar saat krisis tidak ada lagi kepanikan yang berujung pada korban jiwa,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan adanya perubahan struktur di tingkat pusat sebagai bagian dari reformasi penanganan bencana. Kini, penanganan bencana alam dan sosial tidak lagi dipisahkan.
“Direktorat bencana sekarang sudah dilebur. Artinya, KSB ke depan tidak hanya fokus pada bencana alam, tapi juga harus siap menghadapi bencana sosial,” jelasnya.
Dinsos menilai, meski bencana tidak bisa dihindari sepenuhnya, risiko yang ditimbulkan dapat ditekan melalui kesiapan sistem dan keterlibatan aktif masyarakat.
“Bencana mungkin tidak bisa kita hindari, tapi risikonya bisa kita minimalisir. Kuncinya ada pada kesiapan,” tutupnya.














