KabarMakassar.com — Penumpukan sampah di kanal Karuwisi–Pettarani akhirnya terungkap bukan berasal dari warga setempat.
Material yang sempat menyumbat aliran air itu merupakan kiriman dari wilayah hulu yang terbawa arus setelah adanya perubahan jalur kanal.
Kondisi tersebut langsung direspons cepat oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang menginstruksikan jajaran wilayah bergerak malam hari begitu menerima laporan warga, Senin (13/04).
Tim gabungan dari kecamatan, kelurahan, RT/RW hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Makassar langsung diterjunkan ke lokasi. Dengan dukungan perahu dan alat pengangkut, pembersihan dilakukan intensif hingga tumpukan sampah berhasil diangkat dalam waktu sekitar satu jam.
Camat Panakkukang, Syahril, menjelaskan bahwa pergeseran aliran kanal menjadi pemicu utama penumpukan sampah di titik tersebut.
“Pagi tadi masih bersih, tapi setelah ada saluran dibuka di bagian hulu, sampah langsung mengalir dan menumpuk di sini,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, selama ini beberapa titik aliran memang ditutup untuk menahan pergerakan sampah antarwilayah. Namun, ketika salah satu jalur dibuka, arus air berubah dan membawa kiriman sampah dari wilayah Bara-baraya menuju Karuwisi.
“Ini bukan sampah warga di sini. Semua sudah buang di kontainer. Ini kiriman dari atas yang terbawa arus,” tegasnya.
Akibat perubahan tersebut, sampah mengendap di kawasan perbatasan karena aliran di hilir tetap ditahan agar tidak menyebar lebih jauh.
“Ketika di sana dibuka, arusnya lari ke sini. Sementara di sini kita tahan, akhirnya sampah menumpuk di titik ini,” jelas Syahril.
Ia juga mengakui adanya keterbatasan pengawasan di lapangan sehingga perubahan aliran tidak terdeteksi sejak awal.
Pemerintah kecamatan juga menyiapkan langkah lanjutan dengan menata ulang posisi kontainer sampah agar tidak lagi menimbulkan kesan kumuh di sekitar kanal.
Syahril menekankan bahwa persoalan ini tidak bisa dibebankan pada satu wilayah saja, melainkan membutuhkan kerja sama lintas kawasan.
“Kita tidak ingin saling menyalahkan. Ini tanggung jawab bersama, semua harus terlibat menyelesaikan,” tukasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Muhammad Fadli Tahar, menegaskan bahwa penanganan cepat dilakukan sebagai langkah mitigasi bencana.
“Ini bagian dari pencegahan. Sampah di kanal bisa memicu banjir, jadi harus segera ditangani,” katanya.
Dalam operasi tersebut, BPBD mengerahkan puluhan personel dan sejumlah perahu untuk mempercepat proses pembersihan hingga kanal kembali normal dan aliran air lancar.














