kabarbursa.com
kabarbursa.com

Material Gedung DPRD Makassar Bekas Terbakar Laku Rp1 Miliar

Material Gedung DPRD Makassar Bekas Terbakar Laku Rp1 Miliar
Gedung DPRD Kota Makassar Pasca Terbakar, (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Proses lelang material bangunan utama Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar akhirnya rampung.

Aset sisa kebakaran itu terjual lebih dari Rp1 miliar dan kini tinggal menunggu pelunasan sebelum memasuki tahap pembongkaran gedung.

Sekretaris DPRD Kota Makassar, Andi Rahmat Mappatoba, menyebut percepatan lelang oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Makassar menjadi langkah krusial untuk mempercepat pembangunan gedung baru.

“Alhamdulillah, proses lelang sudah sampai pada penetapan pemenang. Kami tinggal menunggu pelunasan, setelah itu pembongkaran langsung berjalan,” ujarnya, di gedung sementara DPRD kota Makassar jalan Letjen Hertasning, Senin (13/04).

Material gedung yang terbakar sejak Agustus 2025 itu dimenangkan oleh pihak penawar dengan nilai tertinggi sebesar Rp1.052.900.000. Pemenang diberikan waktu terbatas untuk melunasi kewajibannya sebelum pekerjaan dimulai.

“Ada batas waktu pelunasan. Kalau tidak dipenuhi, akan dialihkan ke penawar berikutnya, batas waktu itu lima hari dari pengumuman pemenang,” tegas Andi Rahmat.

Ia menegaskan, seluruh proses pembongkaran sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemenang lelang, mulai dari merobohkan bangunan hingga pengangkutan dan pemanfaatan material.

“Pemenang lelang yang akan membongkar dan mengangkut. Itu sudah menjadi hak mereka,” jelasnya.

Menurutnya, proses pembongkaran diperkirakan berlangsung relatif cepat.
“Kita perkirakan satu sampai dua bulan sudah bisa selesai,” tambahnya.

Selain material bangunan, lelang juga mencakup kendaraan dinas yang ikut terbakar dan telah lebih dulu dituntaskan.

Andi Rahmat menilai rampungnya tahapan ini menjadi titik maju bagi Pemkot Makassar untuk segera masuk ke fase berikutnya, yakni pembangunan gedung DPRD yang baru.

Saat ini, pemerintah kota tengah menyiapkan lelang perencanaan yang akan dikerjakan bersama Balai PUPR. Tahap ini diperkirakan memakan waktu sekitar enam bulan.

“Dalam waktu dekat kita masuk lelang perencanaan. Setelah itu baru dilanjutkan ke lelang pembangunan fisik,” jelasnya.

Ia membuka peluang pembangunan fisik gedung baru bisa dimulai tahun ini, tergantung kecepatan proses perencanaan dan lelang lanjutan.

“Tidak menutup kemungkinan tahun ini sudah mulai pembangunan, tergantung progresnya,” tukasnya.

error: Content is protected !!