KabarMakassar.com — Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat menilai bahwa kinerja sektor jasa keuangan di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) hingga November 2025 tetap terjaga stabil.
Kondisi tersebut mencerminkan ketahanan sektor jasa keuangan regional dalam menghadapi dinamika perekonomian Sulampua, di tengah berbagai tantangan global dan domestik.
Kepala OJK Provinsi Sulselbar, Moch. Muchlasin, mengatakan, bahwa stabilitas sektor jasa keuangan Sulampua ditopang oleh kinerja yang relatif solid pada sektor Perbankan, Pasar Modal, serta Industri Keuangan Non Bank (IKNB).
“Ketiga sektor tersebut terus menjalankan fungsi intermediasi, menjaga kepercayaan masyarakat, serta memperluas akses layanan keuangan secara inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya, berdasarkan keterangan resmi yang diterima Kamis (15/01).
Ia menyebut jika hal tersebut berperan penting dalam menjaga kesinambungan aktivitas ekonomi daerah, mendukung pembiayaan sektor-sektor produktif, serta memperkuat ketahanan perekonomian regional dalam memasuki tahun 2026.
“Kinerja sektor Perbankan di wilayah Sulampua masih tetap berada pada kondisi stabil. Pada posisi November 2025, total aset perbankan tercatat tumbuh sebesar 4,26 persen (yoy) mencapai Rp572,44 triliun,” paparnya.
Dari sisi penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) di Sulampua tumbuh sebesar 5,86 persen menjadi Rp362,46 triliun dengan struktur dana didominasi oleh Tabungan (share: 58,83 persen) dan Giro (share: 22,16 persen) dan Deposito (19,02 persen).
Penyaluran kredit perbankan di Sulampua pada periode yang sama tercatat tumbuh sebesar 4,05 persen (yoy) dengan total mencapai Rp449,98 triliun, dengan share portofolio kredit produktif sebesar 47,94 persen dan kredit konsumtif sebesar 52,06 persen.
Sementara itu, pertumbuhan kredit relatif tertahan seiring adanya kontraksi pada segmen kredit modal kerja.
“Meskipun demikian, kualitas aset perbankan masih tetap terjaga, yang tercermin dari rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) pada level 2,99 persen atau di bawah threshold,” tuturnya.
Tingginya rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) yang mencapai 124,14 persen menunjukkan optimalisasi fungsi intermediasi perbankan di Sulampua yang secara aktif menyalurkan kredit atau pembiayaan kepada masyarakat.














