13 Hari, Jumlah Pasien Corona di Indonesia Bertambah 115 Orang

KabarMakassar.com — Kasus Virus Corona (Covid-19) di Indonesia terus bertambah. Dari yang awalnya ditemukan 2 orang pasien positif Covid-19 pada 2 Maret lalu, dalam jangka waktu 13 hari setelahnya atau hingga Ahad (15/3), jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia melonjak dan bertambah sebanyak 115 orang.

Hal ini setelah pada Ahad (15/3) siang, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Corona, Achmad Yurianto kembali mengumumkan adanya tambahan 21 pasien yang tersebar di dua wilayah di Indonesia yang dinyatakan positif terjangkit Covid-19. Sebelumnya pada Sabtu (14/3). pasien positif Corona di Indonesia jumlahnya sebanyak 96 orang.

Dengan begitu, saat ini jumlah total pasien di Indonesia yang dinyatakan positif terjangkit Virus Corona sudah sebanyak 117 orang.

“Ada tambahan 21 kasus baru. 19 orang di Jakarta dan 2 di Jawa Tengah,” kata Yuri saat memberikan keterangan pers di Jakarta.

Menurut Yuri, (21) kasus tambahan yang diumumkan hari ini merupakan hasil pengembangan atau tracing yang dilakukan terhadap pasien sebelumnya.

Pada kesempatan tersebut, Yuri juga menyampaikan jika pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan masing-masing bisa mengambil kebijakan untuk melakukan tracing lebih jauh.

Selain itu, kata dia, kepala daerah juga memiliki hak untuk mengumumkan kepada masyarakat terkait jumlah kasuspositif Corona di wilayahnya masing-masing. Dengan catatan, tetap mempertimbangkan untuk merahasiakan identitas sang pasien.

“Kepala daerah yang bertanggungjawab dalam kebencanaan ini harus memiliki suatu strategi yang bagus,” ujarnya.

Yuri juga mengimbau masyarakat agar tidak panik, namun tetap melakukan upaya mencegah penularan virus tersebut. Salah satunya yakni menahan diri untuk tidak mengunjungi tempat-tempat keramaian jika menaag tak ada keperluan yang mendesak.

“Kalau tidak terlalu penting, tidak perlu bertemu dengan orang banyak untuk membicarakan sesuatu,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, hingga Ahad (15/3) siang, dari total 117 jumlah kasus postif Corona di Indonesia, 5 pasien diantaranya meninggal dunia, dan ada 8 yang telah dinyatakan sembuh.

Kenali Penyebab, Ciri dan Penularan serta Pencegahan Virus Corona

KabarMakassar.com – Di awal 2020 ini, dunia dihebohkan dengan wabah penyakit 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV) atau yang juga disebut dengan virus corona.

Kekhawatiran penduduk dunia pun semakin menjadi, sebab hingga kini virus yang diketahui berasal dari Kota Wuhan, China, dan mulai menyebar sejak akhir Desember 2019 lalu itu belum ditemukan obatnya.

Hingga kini, tercatat sudah puluhan ribu orang terpapar, dan ribuan orang meninggal dunia akibat virus ini.

Apa sebenarnya virus corona itu? Apa ciri-cirinya dan bagaimana penularan maupun cara pencegahannya?

Dilansir dari laman Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), virus corona adalah salah satu virus yang menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga yang terparah seperti sindrom pernapasan akut (SARS) dan MERS-CoV.

Virus corona yang teridentifikasi di Kota Wuhan, China dengan nama COVID-19 adalah virus jenis baru yang sebelumnya tidak teridintifikasi ada pada manusia. Virus ini awalnya ditularkan ke manusia melalui interaksi dengan hewan. Kemudian manusia yang terpapar atau terjangkit virus tersebut menularkannya ke sesama manusia lainnya.

Ciri dan gejala seseorang terinfeksi virus corona

Pasien yang terinfeksi virus corona menunjukkan ciri-ciri yang kerap ditemukan pada pasien dengan gangguan pernafasan. Ciri-ciri virus corona ataupun gejala tersebut menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) AS antara lain:

  1. Demam tinggi
    Salah satu cara untuk mengetahui seseorang terinfeksi virus corona atau tidak adalah dengan memeriksa suhu tubuhnya. Suhu tubuh orang yang telah terinfeksi virus corona bisa mencapai 38 derajat celcius.
  2. Sakit kepala
    Selain demam tinggi, ciri-ciri lain orang terinfeksi virus corona adalah menderita sakit kepala.
  3. Flu atau pilek
    Gejala yang paling terlihat dan diduga menyebabkan penularan antara manusia adalah flu atau pilek. Orang yang terjangkit virus corona ini akan terkena flu, dan cairan dari flu ini dapat beresiko membuat orang lain tertular. Olehnya itu, orang-orang yang mengalami batuk tak kunjung reda bahkan mulai kronis patut dicurigai. Terlebih jika anda atau orang sekitar anda baru saja berinteraksi dengan orang-orang yang baru berpergian ke luar negeri.
  4. Sesak dan kesulitan bernapas
    Gejala virus corona ini memang menyerupai gejala pneumonia, dimana paru-paru terinfeksi bakteri, jamur maupun virus, dan menyebabkan seseorang mengalami sesak napas hingga kesulitan bernapas. Diketahui masa inkubasi virus ini mulai dari 2 hari sampai 2 minggu sejak berinteraksi.

Cara pencegahan Virus Corona

Metode penularan virus ini diduga sama dengan penularan SARS dan MERS yang menularkan dari manusia ke manusia lainnya melalui tetesan atau percikan air ludah maupun ingus penderita, termasuk kontak atau menyentuh barang yang terkena air ludah penderita.

Beberapa cara pencegahan untuk mengurangi resiko penularan virus corona yang disarankan oleh WHO maupun Ikadan Dokter Indonesia (IDI) diantaranya: .

  1. Menghindari berinteraksi secara dekat dengan orang yang menderita infeksi pernapasan akut.
  2. Sering mencuci tangan, terutama setelah kontak langsung dengan orang yang sakit atau lingkungannya (terapakan pola hidup sehat)
  3. Menghindari kontak tanpa perlindungan dengan peternakan atau hewan liar.
  4. Orang dengan gejala infeksi pernapasan akut harus berlatih etika batuk (pertahankan jarak, tutupi batuk dan bersin dengan tisu atau pakaian sekali pakai, dan mencuci tangan menggunakan sabun).
  5. Di dalam fasilitas perawatan kesehatan, tingkatkan praktik pencegahan dan pengendalian infeksi standar di rumah sakit, khususnya di departemen darurat.
  6. Jangan melakukan perjalanan ke negara China maupun negara yang telah terinfeksi hingga epidemi benar-benar mereda.
  7. Gunakan masker terutama bila berada di lingkungan rumah sakit dan sejenisnya.

Alissa Wahid Tanggapi Polemik Pemulangan WNI Eks ISIS

KabarMakassar.com — Putri sulung Presiden RI keempat, Abdurahman Wahid (Gusdur), Alissa Wahid ikut berkomentar soal polemik pemulangan 689 Warga Negara Indonesia (WNI) eks anggota ISIS yang saat ini masih berada di Suriah dan Turki.

Menurut Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian itu, hal ini harus benar-benar dikaji secara matang dan tidak bisa diputuskan begitu saja.

“Ada dua sisi, dan dua-duanya sama-sama penting. Satu, masyarakat Indonesia yang jumlahnya 260 juta itu membutuhkan rasa aman dan rasa nyaman. Tapi kan ada persoalan, kalau kemudian yang disana (WNI eks anggota ISIS) itu dipulangkan oleh pemerintah lokalnya, lalu mereka akan kemana?,” kata Alissa saat berkunjung ke Kota Parepare, Sulsel, Kamis (13/2).

Kedatangan Alissa ke Kota parepare sendiri adalah dalam rangka mempersiapkan program Keluarga Sakinah Kementerian Agama (Kemenag) di Kecamatan Bacukiki.

“Karena kita ingin keluarga Indonesia itu menjadi keluarga yang tangguh, yang sakinah, mawadah, warahmah, dan membawa maslahat,” ujarnya.

Sekadar diketahui, dalam kunjungannya tersebut, Alissa datang bersama Kasubdit Bina Keluarga Sakinah (KS) Direktorat Bina KUA dan KS Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, M Adib Machrus.

Alissa juga didaulat untuk meletakkan batu pertama pembangunan Mesjid Darudrahman Rosi Pesantren Istana Tahfidzul Qur’an NU Kota Parepare.

Pesan Adnan Hadapi Angin Monsun Asia Melintas di Sulsel

KabarMakassar.com — Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kesiap-siagaannya dalam mengantisipasi curah hujan dengan intensitas tinggi (lebat) yang diprediksi terjadi pada 10 hingga 12 Januari 2020 mendatang.

Hal tersebut berdasarkan data Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV yang memperkirakan akan terjadi curah hujan dengan intensitas tinggi (lebat) berdasarkan perkembangan cuaca dan hasil pengamatan pada 10 hingga 12 Januari 2020 mendatang.

Curah hujan tersebut salah satunya disebabkan karena angin Monsun Asia akan yang akan melintasi wilayah Timur Indonesia dan salah satunya melintas di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Meskipun lintasan dari angin monsun asia ini tidak berdampak besar di wilayah Kabupaten Gowa tetapi tetap saja kita harus meningkatkan kesiapsiagaan. Kita harus bisa mengantisipasi, minimal langkah mitigasi telah disiapkan,” katanya dikonfirmasi, Selasa (7/1).

Kesiapsiagaan lainnya yang perlu dilakukan yaitu bagi pengendara minimal menghindari pohon-pohon besar saat melintas di waktu tersebut. Mulai mengambil langkah antisipasi saat terjadi banjir ataupun longsor kepada masyarakat yang daerahnya berpotensi.

Termasuk dengan memanfaatkan kehadiran Posko Siaga Bencana yang disiapkan di tiga titik masing-masing di Kantor BPBD dan Damkar Gowa, Kecamatan Sungguminasa yang menjangkau Kecamatan Pallangga, Bajeng, Bajeng Barat, Bontomarannu, Barombong, Bontonompo, dan Bontonompo Selatan. Kemudian Posko Tinggimoncong di Kantor Camat Tinggimoncong, menjangkau Kecamatan Pattallassang, Parangloe, Parigi, Tombolopao, selanjutnya Posko Bungaya di Kantor Camat Bungaya
Menjangkau Kecamatan Manuju, Bontolempangan, Biringbulu, Tompobulu.

“Kehadiran posko ini sebagai sumber informasi terkait potensi cuaca dan jika sewaktu-waktu terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” terangnya.

Ia menegaskan, hal penting lainnya yang harus dilakukan yakni meningkatkan ibadah dan doa kepada Allah SWT agar daerah yang kita cintai ini dapat aman dari segala bencana.

Sementara, Kasubdit Pelayanan Bidang dan Jasa BMKG Wilayah IV Siswanto mengatakan, posisi angin monsun asia saat ini antara 0 derajat hingga 5 derajat khatulistiwa sampai 5 derajat lintang utara. Pergeserannya saat ini dari Selat Kalimata dan akan berjalan menuju ke Sulsel.

“Fenomena angin monsun asia ini disebabkan karena adanya pergerakan massa udara basah (MGO) di Samudera Hindia yang mengarah di wilayah Timur Indonesia, dan saat ini berada di bagian tengah atau di wilayah Sulsel,” katanya.

Menurutnya, angin monsun asia ini mengakibatkan pertumbuhan awan yang sangat intens dan mempengaruhi kecepatan angin cukup ekstrim hingga 31 knot.

“Saat ini sudah ada di Selat Kalimata dan mulai berjalan menuju tengah. Puncak posisinya di Sulsel itu pada 10 hingga 12 Januari mendatang yang berakibat terjadi curah hujan tinggi dan angin kencang yang berpotensi terjadi banjir maupun longsor,” ujarnya.

Konsentrasi lintasan angin monsun asia ini berdampak di tiga kabupaten/kota yakni Kabupaten Pinrang, Kota Parepare dan Kabupaten Barru. Dampak dari hal ini akan terjadi peluang banjir yang cukup besar.

“Saat ini perkiraan BMKG berdasarkan pengembangan terkonsentrasi di tiga daerah. Hanya saja kami mengimbau agar pemerintah kabupaten/kota lainnya di Sulsel tetap melakukan langkah antisipasi karena di waktu itu terjadinya hujan akan merata,” ujarnya.

Lanjutnya, khusus di wilayah Kabupaten Gowa untuk saat potensi hujan lebat masih kecil, tetapi pihaknya tetap akan melihat perkembangan yang terjadi. Hal tersebut dengan melihat perkembangan cuaca dapat berubah sewaktu-waktu, olehnya tetap dilakukan antisipasi.

“Di tahun ini puncak musim hujan akan terjadi sepanjang Januari sehingga seluruh pemerintah daerah diminta untuk meningkatkan kesiap-siagaannya. Karena bagaimana pun di Sulsel adalah wilayah yang sering terjadi kondisi bencana, terutama di Kabupaten Gowa yakni banjir dan tanah longsor,” tutupnya.

Diterjang Angin Kencang, 715 Rumah Rusak di Sidrap

KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidrap terus menyikapi dampak bencana angin kencang yang terjadi pada Minggu, (5/1). Pemkab Sidrap melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidrap juga intens membantu warga melakukan evakuasi.

Proses evakuasi oleh BPBD, turut dibantu dari TNI-Polri dari Kodim dan Polres Sidrap. Tim tersebar di sejumlah lokasi terjadinya bencana angin kencang

Kepala Pelaksana BPBD Sidrap, Siara Barang yang dikonfirmasi sesaat lalu mengaku telah mengantongi data sementara dampak bencana angin kencang itu

“Hingga malam ini, total rumah warga yang rusak sudah mencapai 715 unit. Data ini terus kami update,” ujar Siara Barang, Senin, (6/1)

Sibar, sapaan akrab Kepala Pelaksana BPBD Sidrap itu merinci, 715 rumah warga yang rusak itu terdiri dari 81 unit rusak berat, 105 unit rusak sedang dan sisanya 529 unit rusak ringan

Selain rumah warga, beber Siara Barang, terdapat sarana pendidikan 2 unit serta satu unit gedung serbaguna (umum) yang rusak

“Ada juga kantor pemerintahan sebanyak 2 unit, lalu usaha ekonomi sebanyak 21 unit serta sarana ibadah 1 unit,” ujarnya

Adapun lokasi terjadinya angin kencang, diantaranya di wilayah Kecamatan Watang Pulu, Panca Rijang, Maritengngae

Termasuk di Kecamatan Panca Lautang, Tellu Lumpoe, Wattang Sidenreng, Dua Pitue, Pitu Riawa dan Kulo serta Pitu Riase

Siara Barang mengatakan, data-data tersebut diperlukan sebagai acuan di dalam menyalurkan bantuan perbaikan rumah kepada warga yang terdampak angin kencang.

BPBD Sidrap Imbau Warga Tetap Waspadai Angin Kencang Susulan dan Petir 

Kepala Pelaksana BPBD Sidrap, Siara Barang menambahkan, pihaknya tetap mengimbau warga untuk selalu waspada akan potensi angin kencang susulan.

Mengacu BMKG, sebut Siara Barang, potensi cuaca ekstrem masih terus terjadi. Karenanya, tak menutup kemungkinan masih adanya angin kencang susulan disertai hujan dan petir

“Karena itu, tak ada salahnya kami imbau warga agar selalu waspada akan potensi dari cuaca ekstrem,” ujar Siara Barang

Hijaukan Bibir Pantai, Polisi Takalar Tanam Mangrove

KabarMakassar.com — Personil polisi dari dua Polsek yakni Polsek Mangarabombang dan Polsek Mappakasunggu menggelar tanam bibit pohon mangrove bersama di bibir pantai di dua kecamatan di Takalar, Sabtu (4/1).

Aksi dari para personil polisi ini dilakukan serentak sesuai dari arahan Kapolres Takalar, AKBP Gany Alamsyah. Dimana penanaman pohon tersebut digelar bersama warga yang berada di bibir pantai tersebut.

Penanaman bibit mangrove tersebut dilakukan dalam upaya menghijaukan bibir pantai Mangarabombang dan juga Mappakasunggu.

AKBP Gany Alamsyah Hatta mengatakan jika kegiatan yang dilakukan dua polsek tersebut sebagai upaya untuk mencegah abrasi dan memberikan contoh kepada masyarakat yang berada di bibir pantai.

Kapolres AKBP Gany menambahkan jika kegiatan tersebut merupakan program Kapolri untuk ditindaklanjuti oleh Polres dan Polsek, dimana hal itu bukan hanya di daratan, tetapi pinggir laut juga jadi obyek ini pengembangan dan terobosan yang unik namun makna yang sama.

“Penanaman mangrove ini, kita menjaga dan memelihara ekosistim pantai dan laut kita nanti ikan-ikan dan biota laut lainnya dapat hidup dengan aman, demikian pun mencegah terjadinya pengikisan laut atau abrasi, mari kita bersama-sama menjaga dan melestarikan ekosistim pantai di wilayah kita,” ucap AKBP Gany Alamsyah Hatta.

Ciptakan Rasa Aman, Personel Kodim 1420 Sidrap Hadiri Acara Adat Towani Tolotang

KabarMakassar.com– Toleransi beragama merupakan sikap saling menghormati dan menghargai antar pemeluk agama, hal tersebut dibuktikan Personel Kodim 1420 Sidrap saat menghadiri acara adat istiadat tahunan Komunitas Hindu Towani Tolotang di Kelurahan Amparita Kecamatan Tellu Limpoe Kabupaten Sidrap, Jum’ at (03/01) pagi.

Acara keagamaan tersebut telah berlangsung setiap tahunnya, yang merupakan bentuk rasa syukur  Komunitas Hindu Towani Tolotang kepada Tuhan Yang Maha Esa (Puang Sewae).

Terlihat dalam acara tersebut diikuti kurang lebih seribu lima ratus orang dari berbagai daerah di wilayah Kabupaten Sidrap.

Dandim 1420 Kabupaten Sidrap, Letkol Inf J.P. Situmorang, S.Sos mengatakan kehadiran Personel Kodim 1420 Sidrap merupakan wujud toleransi kita sebagai warga negara Indonesia, dimana kita semua merupakan satu keluarga yang terdiri dari berbagai macam suku, ras dan agama.

“Hal tersebut merupakan tugas kita sebagai anak bangsa untuk mempertahankan dan memelihara keberagaman ini, karena ini merupakan ciri khas negara kita Indonesia,” kata Situmorang.

Letkol Inf J.P. Situmorang menambahkan bahwa “Kehadiran Personel Kodim 1420 Sidrap tersebut juga bertugas mengamankan jalannya pesta adat yang selalu bersinergi aparat Kepolisian dalam hal ini Polres Sidrap,” terangnya.

Diduga Tikam Personil Polisi Barru, 4 Pria di Pinrang Ditangkap

KabarMakassar.com — Kasus penikaman anggota Polri, Bripka Andi Aswan (34), personel Seksi Propam Polres Barru di Jalan DR Wahidin Sudiro Husodo Kelurahan Jaya Kecematan Watang Sawitto Kabupaten Pinrang pada malam pergantian tahun 2019–2020, akhirnya terungkap.

Dari pengungkapan kasus ini, Polres Pinrang mengaman 4 terduga pelaku masing-masing, Muhammad Idul (19), Muhammad Aris Sawi (19) dan Haerul (24) yang ketiganya merupakan warga sekitar lokasi Kejadian (TKP). Sementara seorang pelaku lainnya yaitu Cecep (19), merupakan warga BTN Corawali Kecamatan Paleteang Kabupaten Pinrang.

Data yang diperoleh, kejadian itu berawal saat keempat pelaku bersama beberapa rekannya yang lain menggelar pesta Minuman Keras (Miras) di TKP saat malam pergantian tahun. Saat mabuk dan berjoget di badan jalan, pelaku Cecep tertabrak oleh seorang pengendara yang melintas. Tidak terima akan hal itu, para pelaku kemudian menganiaya (Mengeroyok) sang pengendara motor.

Korban yang kebetulan berada di sekitar TKP, kemudian mencoba melerai. Namun naas, malah Bripka Andi Aswan juga dijadikan sasaran amuk oleh para pelaku. Parahnya lagi, salah satu Pelaku yaitu Muhammad Idul malah balik ke rumah mengambil Senjata Tajam jenis Badik dan lalu menikam korban.

Kasat Reskrim AKP Dharma Praditya Negara yang dikonfirmasi, Kamis (2/1) malam, membenarkan adanya pengungkapan kasus tersebut.

“Para pelaku dan barang bukti saat ini telah kita amankan di Polres Pinrang guna menjalani proses hukum lebih lanjut,” pungkas Dharma.

Kepala BNPB, Menteri PUPR dan Anies Tinjau Banjir Pakai Helikopter

KabarMakassar.com — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pantau banjir Jakarta menggunakan Helikopter.

Ketiganya berangkat dari Monas untuk bersama-sama memantau banjir dari udara.

“Jadi Bapak dan Pak Anies dan Pak Basuki akan memantau dari heli dengan titik awal Monas,” kata salahsatu staf BNPB, Rabu (1/1).

Dalam keterangan persnya, Kepala BNPB Doni Monardo berpesan untuk lebih mengutamakan nyawa selamat daripada harta.

“Utamakan nyawa selamat terlebih dahulu daripada harta,” kata Doni.

Lebih lanjut ia juga menyampaikan kepada BPBD DKI Jakarta dan sekitarnya agar lebih fokus kepada rencana yang sudah disusun dan dipresentasikan terkait musibah banjir
“Pastikan posko yang ada diaktifkan dan dilengkapi dengan dapur umur, MCK, dan sebagainya agar masyarakat bisa terlayani dengan baik,” tambah Doni.

Dikabarkan hujan turun sejak, Selasa 31 Desember 2019 dengan curah hujan sangat tinggi, akibatnya sejumlah wilayah di Ibu Kota Negara terendam banjir.

Dari catatan BNPB, Sebanyak 7 kelurahan dari 4 kecamatan di Jakarta teremdam banjir. Dimana 7 kelurahan itu tersebar di Jakarta Pusat, Selatan, Utara dan mayoritas Jakarta Timur.

Berikut 7 kelurahan yang terdampak banjir, Kelurahan Makasar (Jakarta Timur), Pinang Ranti (Jakarta Timur), Halim Perdana Kusuma (Jakarta Timur), Kampung Melayu (Jakarta Timur), Rorotan (Jakarta Utara), Rawa Buaya (Jakarta Barat) dan Manggarai Selatan (Jakarta Selatan).

Info BMKG Januari 2020, Sulsel Curah Hujan Lebat Disertai Petir

KabarMakassar.com — Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengupdate potensi cuaca ektrem di beberapa wilayah provinsi dan kota se-Indonesia, Rabu (1/1).

BMKG memantau masih terdapat indikasi peningkatan potensi cuaca ektrem di beberapa wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan.

Provinsi Sulawesi Selatan masuk dalam wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang periode 1 hingga 4 Januari 2020 mendatang. Pantauan kabarmakassar.com curah hujan deras terjadi dibeberapa lokasi diantaranya, Kabupaten Maros, Kabupaten Gowa dan Kota Makassar.

Hujan deras terjadi pada pukul 15:40 WITA hingga jelang maghrib pukul 18:11 WITA. Hingga berita ini diturunkan hujan sudah redah di tiga daerah pantauan kabarmakassar.com.

Pihak BMKG, Deputi Bidang Meteorologi R. Mulyono R. Prabowo dalam rilisnya menjelaskan jika potensi cuaca ektreme sepekan kedepan, dikarenakan oleh adanya fenomena atmosfer skala regional hingga lokal, yaitu: aktifnya Monsun Asia.

“Fenomena atmosfer skala regional hingga lokal itu karena aktifnya Monsun Asia yang menyebabkan terjadinya peningkatan pasokan massa udara basah di wilayah Indonesia, terbentuknya pola konvergensi dan terjadinya perlambatan kecepatan angin di beberapa wilayah, suhu permukaan laut di sekitar wilayah perairan yang cukup hangat sehingga menambah pasokan uap air cukup tinggi untuk mendukung pembentukan awan hujan, serta diperkuat dengan adanya fenomena gelombang atmosfer (Equatorial Rossby Wave dan Kelvin Wave) yang signifikan di sekitar wilayah Indonesia,” tulis rilis BMKG.

Berikut beberapa wilayah di Indonesia yang di perkirakan terdampak potensi cuaca ektrem, hujan lebat disertai petir dan angin kencang diantaranya,

Periode Tanggal 1 – 4 Januari 2020 :

  • Lampung
  • Banten
  • Jawa Barat
  • DKI Jakarta
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • D.I. Yogyakarta
  • NTB
  • NTT
  • Kalimantan Timur
  • Kalimantan Tengah
  • Sulawesi Utara
  • Sulawesi Tengah
  • Sulawesi Barat
  • Sulawesi Selatan
  • Sulawesi Tenggara
  • Maluku
  • Papua

Periode 5 – 7 Januari 2020 :

  • Bengkulu
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • D.I. Yogyakarta
  • NTB
  • NTT
  • Kalimantan Barat
  • Sulawesi Selatan
  • Maluku
  • Papua Barat
  • Papua

BMKG juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin.