kabarbursa.com
kabarbursa.com

150 Ton Sampah Gowa Bakal Disuplai Tiap Hari ke TPA Antang untuk PSEL

150 Ton Sampah Gowa Bakal Disuplai Tiap Hari ke TPA Antang untuk PSEL
Bupati Gowa Husniah Talenrang saat Penandatanganan PKS PSEL (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa mendorong peran strategisnya dalam proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) dengan memastikan pasokan 150 ton sampah per hari dikirim ke kawasan TPA Antang, Kota Makassar.

Langkah ini menjadi bagian dari skema kolaborasi regional yang digagas Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Gowa Husniah Talenrang saat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) lintas daerah bersama Makassar dan Maros di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Sabtu (4/4).

“Sebanyak 150 ton per hari nantinya akan kita transfer untuk dikelola menjadi energi listrik. Ini langkah konkret, meski belum menyelesaikan keseluruhan persoalan,” ujar Ketua DPW PAN Sulsel.

Ia menilai keterlibatan Gowa dalam skema PSEL merupakan langkah strategis untuk menekan beban sampah harian yang terus meningkat, khususnya di wilayah perkotaan dengan tingkat produksi sampah tinggi.

“Gowa adalah salah satu daerah dengan produksi sampah besar. Kita perlu pengawasan ketat agar pengelolaannya tidak berdampak buruk ke masyarakat,” tegasnya.

Meski mendorong solusi berbasis teknologi di hilir, Husniah memastikan Pemkab Gowa tetap memperkuat penanganan dari hulu. Salah satunya melalui edukasi pemilahan sampah dan pengembangan sistem ekonomi sirkular di tingkat desa dan kelurahan.

“Masyarakat harus mulai memilah sampah. Ini bisa bernilai ekonomi jika dikelola dengan baik,” tambahnya.
Dari sisi kebijakan nasional, Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq mengingatkan bahwa proyek waste to energy tidak boleh berdiri sendiri tanpa pengurangan sampah dari sumber.

“TPA kita rata-rata sudah berumur 17 tahun. Target 2026, praktik open dumping harus dihentikan. Karena itu pengurangan dari hulu wajib berjalan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gowa, Azhari Azis menegaskan konsistensi suplai menjadi kunci keberhasilan kerja sama ini.

Pemerintah daerah, kata dia, tetap bertanggung jawab penuh terhadap pengelolaan sampah sejak dari rumah tangga hingga tahap pengangkutan.

“Pemilahan harus dimulai dari rumah tangga. Kalau sampah sudah terklasifikasi, pengolahan akan jauh lebih efisien,” tutupnya.

error: Content is protected !!