kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Rasanya Sesak, Curahan Hati Tenri Uji Usai PKL Barombong Ditertibkan

Rasanya Sesak, Curahan Hati Tenri Uji Usai PKL Barombong Ditertibkan
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar Andi Tenri Uji Idris (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Barombong bukan sekadar isu penataan kota.

Di balik itu, ada kegelisahan yang tak bisa disembunyikan oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar Andi Tenri Uji Idris, yang selama ini menjadi tempat berlabuhnya aspirasi warga di wilayah tersebut.

Ia mengaku, kabar penertiban itu datang seperti hantaman yang sulit dihindari. Bukan karena menolak penataan, melainkan karena bayangan nasib para pedagang yang belum memiliki kepastian tempat baru.

“Rasanya sesak saat laporan itu sampai di meja saya. Saya membayangkan sahabat-sahabat pedagang kehilangan tempat mencari nafkah, sementara relokasi belum juga terlihat,” ungkap Srikandi PDIP Sulsel itu melalui Instagram pribadi miliknya, Minggu (05/04).

Andi Tenri mengungkapkan bahwa selama ini dirinya mencoba meredam keresahan para pedagang pasar kaget di Barombong dengan harapan pemerintah akan menyiapkan tempat yang representatif. Namun, aksi penertiban yang terjadi tanpa kepastian lokasi baru membuat dirinya merasa perlu bersuara lantang demi nasib konstituennya.

Bagi Wakil Bendahara PDIP Sulsel itu, Barombong bukan sekadar wilayah di ujung kota. Ia adalah ruang harapan yang selama ini terus ia perjuangkan, meski belum juga menemukan titik terang. Setiap kali turun reses, ia mengaku selalu dihadapkan pada pertanyaan yang sama kapan pasar rakyat hadir di sana.

“Setiap turun reses, aspirasi soal pasar itu selalu dititipkan. Tapi sampai hari ini, belum ada jawaban. Jujur, ada rasa malu setiap saya kembali ke Barombong,” katanya.

Kegelisahan itu semakin terasa karena realitas di lapangan justru berbanding terbalik dengan potensi wilayah tersebut. Barombong dikenal memiliki hasil laut dan pertanian yang melimpah, namun ironisnya para pedagang justru tidak memiliki ruang tetap untuk berjualan.

“Barombong punya potensi luar biasa, tapi pedagangnya tidak punya rumah sendiri. Ini yang harus kita pikirkan bersama,” tegasnya.

Ia pun mengingatkan, jika kondisi ini dibiarkan tanpa solusi konkret, bukan tidak mungkin roda ekonomi warga akan bergeser ke daerah tetangga. Warga, kata dia, bisa saja memilih berbelanja ke wilayah lain yang lebih siap menyediakan fasilitas pasar.

“Kalau tidak segera direlokasi, masyarakat mau ke mana? Ke Gowa? Ke Takalar? Ini bukan hanya soal tempat jualan, tapi soal menjaga ekonomi tetap berputar di Makassar,” ujarnya.

Di tengah situasi tersebut, Andi Tenri tetap menegaskan bahwa penataan kota memang penting. Namun, menurutnya, kebijakan tidak boleh memutus mata rantai penghidupan masyarakat kecil.

“Menata kota itu perlu, tapi jangan sampai mematahkan semangat mereka yang berjuang di bawah terik matahari,” katanya.

Ia mendesak pemerintah kota, termasuk PD Pasar dan dinas terkait, untuk segera menghadirkan solusi nyata berupa relokasi yang layak dan manusiawi. Baginya, keberpihakan pada rakyat kecil harus tetap menjadi pijakan utama dalam setiap kebijakan.

Dalam pesannya yang juga ditujukan kepada Munafri Arifuddin, Andi Tenri berharap ada langkah cepat agar polemik ini tidak berlarut.

“Perjuangan ini belum selesai. Mohon doa dan dukungan agar pasar Barombong bisa segera terwujud,” tukasnya.

error: Content is protected !!